Mahfud MD Targetkan TGIPF Kanjuruhan Kelar 3 Minggu: Bisa Lebih Cepat

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 14:40 WIB
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi tewasnya ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan diklaim akan selesai 3 minggu. Mahfud MD klaim TGIPF Kanjuruhan bisa selesai 3 minggu. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menargetkan tiga minggu ke depan sudah bisa menyampaikan hasil kerjanya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tragedi tewasnya ratusan suporter Arema di Stadion Kanjuruhan.

Hal ini merupakan hasil rapat perdana anggota tim TGIPF yang digelar di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/10).

"Insyaallah dalam tiga minggu tim ini sudah dapat menyampaikan hasil kerjanya kepada Presiden, dan diharapkan bisa bisa lebih cepat dari target itu," kata Ketua TGIPF sekaligus Menko Polhukam Mahfud MD dalam keterangannya, Rabu (5/10).

Dalam rapat itu, Mahfud mengatakan TGIPF bakal mencari akar masalah serta memberi rekomendasi untuk menghentikan masalah yang kerap terjadi di dunia sepak bola Indonesia.

Ia berpendapat pemerintah kerap kali membentuk tim untuk merespons peristiwa kerusuhan pertandingan sepak bola. Tapi, selalu tidak pernah mengalami perubahan berarti.

"Sehingga akar masalahnya harus dikemukakan oleh tim ini, untuk kemudian direkomendasikan apa yang harus dilakukan agar tidak terulang di masa yang akan datang," kata Mahfud.

Selain itu, Mahfud mengatakan TGIPF bakal merekomendasikan pemberian sanksi bagi pihak yang terbukti melanggar dalam tragedi ini.

"Tim akan merekomendasikan penjatuhan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam keterangannya, Rabu (5/10).

Sebagai informasi, lebih dari 120 suporter Arema FC meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. Tragedi ini bermula ketika sejumlah suporter Arema FC turun ke lapangan ketika timnya dikalahkan Persebaya dengan skor 2-3.

Aparat mencoba untuk membuyarkan massa di lapangan hingga menggunakan gas air mata yang juga berdasarkan kesaksian dilontarkan pula ke arah tribun.

Para suporter yang berada di tribun panik, sehingga berupaya berdesak-desakan keluar dari stadion. Di tengah kepanikan itu, banyak penonton mengalami sesak napas, terjatuh, dan terinjak-injak hingga tewas.

(rzr/DAL)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER