Fakta-Fakta Dana Triliunan Masuk RI Usai Transaksi di Mal Singapura

CNN Indonesia
Minggu, 27 Nov 2022 13:40 WIB
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap banyak orang datang dengan koper kosong di Singapura. Lalu pulang membawa banyak uang. PPATK mengungkap aliran dana triliunan Rupiah dari Singapura ke Indonesia (REUTERS/WILLY KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan banyak orang Indonesia menukarkan uang di sebuah mal Singapura. Temuan ini diperoleh setelah dilakukan penelusuran terkait banyak uang yang masuk ke Indonesia.

"Lalu saya kirim orang ke sana, ternyata di Singapura ada satu mal yang khusus buat supermarket uang asing," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam Diseminasi Kebijakan dan Regulasi: Pembawaan Uang Tunai dan Instrumen Pembayaran Lain Lintas Batas Wilayah Pabean Indonesia yang digelar secara daring, Rabu (23/11).

Ivan menerangkan banyak warga Indonesia yang datang ke tempat tersebut dengan membawa koper kosong. Namun, saat kembali ke Indonesia koper itu sudah penuh terisi uang.

Kata Ivan, temuan itu telah dilaporkan ke Ditjen Bea Cukai dan berujung pada penangkapan sejumlah pihak lengkap dengan barang bukti uang dalam jumlah besar.

"Jadi orang Indonesia yang datang ke sana dia cuma bawa koper, bisa satu jari, dua jari, tukar di sini nih (mal), lalu dibawa ke Indonesia, digotong," ujarnya.

"Ada foto terkait dengan digotong dengan taksi dan segala macem, Ini (di supermarket) orang Indonesia semua" lanjut Ivan.

Tak hanya itu, PPATK juga menemukan dugaan uang triliunan Rupiah masuk ke Indonesia tanpa dilaporkan alias ilegal.

Temuan ini diperoleh setelah PPATK membandingkan data Passenger Risk Management (PRM) dengan Cross Border Cash Carrying (CBCC).

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan uang tersebut dicurigai ketika aparat penegak hukum sering melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) para pelaku tindak pidana.

Ivan menyebut dari puluhan nama yang ditemukan, ada satu yang melaporkan empat kali masuk ke Indonesia. Orang ini melaporkan kepada Bea Cukai telah membawa total uang tunai Rp66 miliar selama empat kali kedatangan.

"Tapi begitu dicek dengan PRM-nya, dia 154 kali masuk. Berarti ada 150 kali dia masuk tidak melaporkan," ucap Ivan.

Jika setiap orang masuk membawa uang sekitar Rp15 miliar, maka Ivan memperkirakan ada uang triliunan rupiah yang masuk tanpa dilaporkan.

"Artinya kalau rata-rata Rp66 miliar dibagi 4 itu katakanlah Rp15 miliar sekali tenteng. Kalau rata-rata Rp15 miliar, tinggal kalikan saja 150 kali Rp15 miliar, ada bolong tidak melaporkan," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan sudah berhasil menindak 1.025 kasus pembawaan uang tunai ilegal dalam tujuh tahun terakhir.

"Sejak 2016 hingga 2022 yang menghasilkan identifikasi penindakan berupa pemberian sanksi administratif sebanyak 1.025 kasus pembawaan uang tunai, mayoritas pelanggar berasal dari penumpang pesawat udara," ucap Sri.

Sri menyatakan akan menyikapi tren peningkatan pembawaan uang tunai oleh masyarakat yang mobilitasnya semakin tinggi.

Terlebih, kata Sri, pembawaan uang tunai dan instrumen pembayaran lainnya sering menjadi salah satu faktor yang menciptakan risiko munculnya kegiatan shadow economy.

"Ini sering menjadi cara untuk disalahgunakan oleh para pelaku pencucian uang bahkan juga muncul sebagai sumber pendanaan terorisme di Indonesia," ujarnya.

(dis/bmw)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER