Saksi Beber Kiprah Ferdy Sambo Atur Isi Berita Acara Interogasi Putri

CNN Indonesia
Selasa, 29 Nov 2022 17:34 WIB
Majelis hakim PN Jaksel menyoroti berita acara interogasi Putri Candrawathi yang dibuat penyidik Polrestro Jaksel berdasarkan pesanan Sambo. Ferdy Sambo terlihat membawa buku hitam saat menghadiri sidang pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menyoroti berita acara interogasi (BAI) terdakwa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Putri Candrawathi, yang dibuat penyidik Polrestro Jakarta Selatan.

Hal itu terungkap pada kesaksian Ridwan Rheky Nellson Soplanit selaku Kasat Reskrim Polrestro Jaksel dalam lanjutan sidang pembunuhan Brigadir J dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo di PN Jaksel, Selasa (29/11).

Dalam pemaparan di sidang diketahui berita acara interogasi itu dibuat berdasarkan pesanan suami Putri, Ferdy Sambo yang saat itu masih menjabat Kadiv Propam Polri.

Ridwan di dalam sidang mengatakan kepada majelis hakim bahwa anggotanya tak bisa menolak permintaan itu. Pasalnya, kata dia, hal tersebut merupakan perintah dari Sambo yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

Mulanya, Ridwan mengatakan Berita Acara Interogasi atas nama Putri terkait kasus penembakan Brigadir J dibuat berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan istri Sambo itu melalui lembaran catatan yang diserahkan mantan Wakaden B Biro Paminal Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin.

Ridwan kemudian mengantarkan BAI yang telah dibuat penyidik Polres Jaksel itu ke rumah pribadi Sambo yang terletak di Saguling, Duren Tiga bersama Kombes Budhi Herdi yang kala itu Kapolrestro Jaksel, dan AKP Rifaizal Samual yang menjabat Kanit I Satreskrim Polres Jaksel kala itu.

"Setelah saya laporkan kepada Kapolres, proses itu tetap berjalan kemudian saat itu kita langsung mengantarkan ke rumah Saguling hasil daripada pembuatan BAI itu," kata Ridwan dalam kesaksiannya di hadapan hakim PN Jaksel.

Setibanya di daerah Jalan Saguling, rombongan Ridwan bertemu dengan Sambo. Kepada mereka Sambo mengatakan Putri tidak bisa bertatap muka secara langsung. Sambo lantas memberikan BAI itu kepada Putri.

Selang beberapa waktu, Sambo kembali menemui Ridwan dan menyampaikan BAI yang dibuat penyidik telah sesuai dengan kronologi kejadian.

"FS menyampaikan ibu enggak bisa ketemu langsung nanti saya naik dulu ke lantai atas untuk melakukan cross check dengan Bu Putri," ujarnya.

Kita tunggu 1,5 jam hampir 2 jam. Kemudian pak FS turun menyampaikan bahwa sudah sesuai dan saat itu proses berjalan tanda tangan dan sebagainya," imbuhnya.

Koreksi dari Sambo

Kemudian, hakim bertanya kepada Ridwan, apakah BAI Sambo juga dibuat dan dikoreksi oleh Sambo sendiri seperti halnya dengam Putri?

Ridwan pun mengamini itu.

"Keterangan saudara Sambo sudah dibuat di kantor polres?" tanya hakim.

"Ya maksudnya sebagai saksi," jawab Ridwan.

"Jadi bukan hanya berita acara interogasi terhadap Putri saja yang diubah tapi juga berita acara interogasi untuk Sambo?" tanya hakim.

"Betul Yang Mulia," jawab Ridwan.

Ridwan menyebut Sambo sempat meminta kepada penyidik agar beberapa keterangan tidak dimasukkan ke dalam BAI.

"Jadi saat itu ada LP (laporan polisi) A dan laporan polisi B, yang dibawa Arif LP B, kemudian melakukan koreksi terhadap LP B, kemudian pada saat itu kita membuat pertanyaan dan kembali ke Saguling untuk melakukan koreksi saat itu, kemudian dikoreksi, kemudian Pak Sambo saat itu tidak salah menyampaikan bahwa ada beberapa keterangan di LP yang tidak usah dimasukkan," jelas Ridwan.

Usai melewati proses koreksi dari Sambo, penyidik memastikan BAI tersebut telah sesuai dengan apa yang disampaikan Putri.

"Habis koreksi itu kita melihat laporannya dan saat itu sudah fix bahwa sesuai yang disampaikan kronologis tersebut yang disampaikan Putri Candrawathi," katanya.

Mendengar kesaksian itu, hakim pun takjub dan tak habis pikir karena laporan polisi BAI Putri dibuat berdasarkan pesanan dari Sambo.

"Luar biasa sekali ini perkara pembunuhan laporan polisi berita acara interogasi dibuat berdasarkan pesanan seperti itu," ujar hakim.

Sebagai informasi, Ridwan dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Putri dan Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11).

Sambo dan Putri didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J bersama-sama dengan, Bharada Richard Eliezer (E), Bripka Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma'ruf.

Adapun perbuatan tersebut dilakukan keduanya bersama terdakwa lain di rumah dinas yang terletak di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022.

Mereka didakwa melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

(lna/kid)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER