Menkes Sebut Indonesia Sudah Sampai Puncak Gelombang Covid-19

CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 16:24 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah mencapai puncak gelombang kasus. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah mencapai puncak gelombang kasus. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah mencapai puncak gelombang kasus.

Ia pun memprediksi dalam satu hingga dua pekan ke depan akan terjadi tren penurunan kasus kasus Covid-19 di Indonesia.

"Kasus Covid-19 itu sekarang sedang naik, tapi pengamatan kita sudah sampai di puncak," kata Menkes di kompleks Istana, Kamis (1/12).

Budi selanjutnya melaporkan mutasi SARS-CoV-2 Omicron subvarian XBB dan BQ.1 sudah mendominasi lebih dari 80 persen kasus Covid-19 di Indonesia. Dua subvarian itu menurut Budi menjadi salah satu biang kerok kenaikan kasus dalam beberapa minggu terakhir.

Dengan kondisi itu, ia menilai mayoritas masyarakat sudah memiliki antibodi terhadap Covid-19 baik melalui infeksi maupun lewat program vaksinasi virus corona. Adapun penurunan kasus positif Covid-19 sudah mulai terlihat dalam sepekan belakangan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan harian pemerintah kasus Covid-19 mingguan turun sebesar 17,55 persen. Selama periode 17-23 November, jumlah kumulatif kasus konfirmasi Covid-19 berjumlah 45.247 kasus. Sementara pada periode sepekan setelahnya kasus konfirmasi Covid-19 turun menjadi 37.306 orang.

Kendati demikian, tren kematian Covid-19 masih masih belum menurun. Tercatat selama periode 17-23 November, jumlah kumulatif kasus kematian Covid-19 berjumlah 271 kasus. Sementara pada periode 24-30 November, kasus kematian Covid-19 naik menjadi 306 orang atau dapat dikatakan naik hingga 12,9 persen.

Budi menyebut masyarakat Indonesia yang sama sekali belum menerima vaksin virus corona memang berpotensi menjadi kelompok rentan saat menghadapi gelombang Covid-19 yang disebabkan oleh mutasi Omicron Subvarian baru seperti XBB, BQ.1 hingga BA.2.75.

Ia menambahkan berdasarkan data kematian pasien Covid-19 di rumah sakit dalam sebulan terakhir menunjukkan bahwa persentase pasien Covid-19 yang meninggal paling banyak datang dari mereka yang sama sekali belum menerima vaksin Covid-19.

"Catatan saya ya sekarang yang naik kasus yang masuk ke RS. Dan 74 persen yang masuk RS itu belum booster, kemudian 84 persen yang meninggal belum booster. Malah kalau kita lihat 50 persen yang meninggal belum divaksin sama sekali," ujar Budi.

"Jadi sekarang ini mulai terlihat orang yang belum divaksin dan tidak divaksin, mulai kelihatan [efeknya]," imbuhnya.

(khr/isn)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER