Titipan Investor di UU IKN: Mau Lahan Dijual, Tak Cuma Kuasai 90 Tahun

CNN Indonesia
Jumat, 02 Des 2022 07:43 WIB
Pemerintah mengakui rencana revisi Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) dipengaruhi oleh permintaan investor. Jokowi saat berkemah di IKN Nusantara. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mengakui rencana revisi Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) dipengaruhi oleh permintaan investor.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan investor ingin kepastian hak untuk menjual lahan di IKN Nusantara.

"Tanah kita ingin pastikan lagi karena para investor menginginkan untuk bisa bukan hanya mendapatkan hak selama 90 tahun atau bisa dua kali lipat 180 tahun, tetapi bagaimana orang bisa beli enggak tanah di sana," ungkap Suharso di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/12).

Alasan lain revisi UU IKN adalah soal kelembagaan Otorita IKN Nusantara. Suharso menyebut pemerintah ingin kewenangan lembaga itu diperjelas di undang-undang.

Selama ini, lembaga itu banyak diatur salam Perpres atau PP. Kata Suharso, pemerintah ingin mempertajam posisi lembaga itu.

"Kemarin waktu penyusunan itu seakan-akan tidak begitu jelas posisinya sebagai daerah otonomi atau kementerian lembaga. Itu ingin kita pertajam," ujarnya.

Suharso membantah revisi ini bentuk dari pembahasan UU IKN yang terburu-buru. Menurutnya, revisi ini dilakukan setelah menyerap sejumlah masukan masyarakat pada uji materi UU IKN dì Mahkamah Konstitusi.

(dhf/DAL)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER