Kasus HIV di Jatim Bertambah 6.145 Pasien, Terbanyak Surabaya

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Des 2022 06:20 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Erwin Astha Triyono mengatakan total kumulatif kasus HIV menjadi 84.959 pasien. Kasus HIV di Jawa Timur (Jatim) tercatat bertambah 6.145 pasien sampai dengan Oktober 2022. Kota Surabaya menjadi penyumbang pasien terbanyak. Ilustrasi (FOTO ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO)
Surabaya, CNN Indonesia --

Kasus HIV di Jawa Timur (Jatim) tercatat bertambah 6.145 pasien sampai dengan Oktober 2022. Kota Surabaya menjadi penyumbang pasien terbanyak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Erwin Astha Triyono mengatakan total kumulatif kasus HIV menjadi 84.959 pasien.

"Dari kasus yang ditemukan tersebut sebanyak 23.230 pasien yang saat ini mendapatkan terapi ARV," kata Erwin, Jumat (2/12)

Erwin mengakui terdapat kesenjangan antara jumlah kasus yang ditemukan dengan pasien yang menjalani terapi ARV. Hal ini karena banyak pasien meninggal maupun putus berobat.

"Untuk meningkatkan akses terapi ARV, pemprov mengoptimalkan unit layanan testing HIV di puskesmas dan rumah sakit," ujarnya.

Layanan testing bertambah menjadi 1.380 unit pada tahun ini. Kemudian jumlah layanan terapi ARV meningkat menjadi 420 layanan hingga September 2022.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina menyebut temuan pengidap HIV selama 2022 ini mencapai 663 kasus.

Kelompok laki-laki menjadi yang paling banyak terinfeksi atau 80,09 persen dari total kasus.

"Penemuan Kasus HIV terbanyak di wilayah Kecamatan Wonokromo, Sawahan, Tegalsari, Tambaksari, Krembangan. Usia paling banyak adalah rentang usia 25-49 tahun," ujarnya.

Nanik mengungkap sejumlah faktor membuat kasus HIV meningkat. Pertama homoseksual sebesar 44,04 persen, heteroseksual 53,85 persen dan perilaku berbagi jarum suntik tak steril pengguna narkoba sebesar 2,11 persen.

"Skrining dini pada kelompok beresiko dan kelompok rentan serta pemberian pengobatan ARV untuk memutus mata rantai penularan HIV. Pemberian Pre Exposure Profilaksis (PrEP). Pendidikan kesehatan Reproduksi pada calon pengantin," ujarnya.

(frd/fra)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER