Kemenkes: Subvarian XBB dan BQ1 Dominasi Kasus Covid-19 RI

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Des 2022 05:40 WIB
Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menyebut kedua subvarian itu paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan mutasi SARS-CoV-2 Omicron subvarian XBB dan BQ.1 mendominasi lebih dari 90 persen kasus Covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan mutasi SARS-CoV-2 Omicron subvarian XBB dan BQ.1 mendominasi lebih dari 90 persen kasus Covid-19 di Indonesia.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menyebut kedua subvarian itu paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.

Lihat Juga :

"Jadi saat ini XBB dan BQ.1 sudah mendominasi populasi, sudah 90 persen. Artinya apa? kalau kita ada 5.000 kasus, maka itu XBB dan BQ.1 sisanya BA.5 ya," kata Syahril dalam konferensi pers, Jumat (2/12).

Dua subvarian itu, menurut Syahril, menjadi penyebab kenaikan kasus Covid-19 beberapa pekan terakhir. Selain itu keduanya disebut memiliki kemampuan penularan cepat namun tidak menyebabkan perburukan gejala klinis.

Lebih lanjut, Syahril mengatakan pihaknya telah mengeluarkan instruksi baru agar dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota hingga rumah sakit rujukan pasien virus corona untuk melakukan pemeriksaan WGS bagi pasien Covid-19 di ICU yang hasil Cycle Threshold (CT) dari tes PCR bernilai kurang dari 30.

Ketentuan itu tertuang melalui SE Nomor HK.02.02/III/3741/2022 tentang Percepatan Penanggulangan Kasus Virus Corona Disease (Covid-19) Varian Baru Omicron Sub Variant XBB, yang diteken oleh Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami.

uz

Lebih lanjut, Syahril juga mengonfirmasi bahwa puncak gelombang yang disebabkan kedua subvarian ini sudah mencapai puncak. Ia menyebut puncak gelombang kali ini tak setinggi gelombang sebelumnya.

"Alhamdulillah untuk puncak terakhir ini tidak tinggi banget, bahkan kita hanya 8.000an berhenti saja di 5.000 sekarang," ujar Syahril.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER