Kuat Mengaku Diminta Sambo Cerita Apa Adanya soal Kematian Brigadir J

CNN Indonesia
Senin, 05 Des 2022 22:44 WIB
Kuat Ma'ruf mengaku sempat ditelepon Ferdy Sambo saat sedang diperiksa penyidik. Ia diminta bicara apa adanya soal tewasnya Brigadir J. Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, Kuat Ma'ruf, dalam persidangan di PN Jakarta Selatan. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, Kuat Ma'ruf, mengaku pernah ditelepon Ferdy Sambo untuk menceritakan apa adanya soal peristiwa kematian Brigadir J.

Telepon itu datang saat Kuat sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Mabes Polri. Kuat menceritakan saat itu Sambo menghubungi penyidik agar bisa bicara dengan dirinya.

"Kapan ditelepon?" tanya hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (5/12).

"Pas saya lagi diperiksa saya masih yang [keterangan] bohongan itu. Sore penyidik saya ngomong 'Pak Kuat, ini Pak Ferdy mau ngomong', baru saya angkat," tutur Kuat menirukan percakapannya dengan penyidik.

"Apa yang disampaikan?" tanya hakim.

"'Kuat ceritain apa adanya aja.' Waktu itu saya menangis, saya menangis pada saat itu. 'Pokoknya ceritain aja yang kamu tahu, cerita aja. Sudah kita siap dipenjara aja.' Di situ ada penyidik, saya direkam penyidik," kata Kuat menirukan ucapan Sambo.

Kuat bersaksi untuk terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dan Ricky Rizal atau Bripka RR yang didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Yosua. Kuat juga berstatus terdakwa.

Tindak pidana itu dilakukan bersama-sama dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam sidang ini, Kuat mengakui bahwa dirinya, Ricky, dan Richard diberikan Sambo masing-masing iPhone 13 Pro Max.

Selain itu, Kuat dan Ricky juga dijanjikan uang Rp500 juta, sedangkan Richard dijanjikan Rp1 miliar. Kuat mengaku tidak mengetahui maksud pemberian hadiah tersebut.

"Saya belum pernah dikasih uang segitu, ini bapak bercanda apa serius," ucap Kuat.

Dalam surat dakwaan, hadiah tersebut dibagikan pada Minggu, 10 Juli 2022 atau dua hari setelah Yosua dibunuh, di lantai 2 Rumah Saguling 3 Nomor 29, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

(ryn/tsa)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER