Pemprov DKI: Heru Budi Tak Hadir Rapat Paripurna karena Kurang Fit
CNN Indonesia
Sabtu, 01 Apr 2023 19:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. (CNN Indonesia/Khaira Ummah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Biro Kepala Daerah Sekretariat Daerah DKI Jakarta Muhammad Mawardi mengatakan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD DKI, Jumat (31/3), karena tengah kurang fit.
Ia menyebut, surat izin sakit telah disampaikan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan dibacakan saat rapat dibuka.
Mawardi menjelaskan, Heru merasa kurang fit setelah mendampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan penyelesaian pemasangan rel Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Caroussel Test Proyek LRT Jabodetabek di Stasiun Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (31/3) pagi WIB.
"Pj. Gubernur merasa kurang enak badan setelah acara di Halim Perdanakusumah. Dengan kondisi yang kurang fit, Pj. Gubernur Heru masih berupaya melanjutkan agenda, yaitu pelantikan dan pengukuhan lima pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov DKI di Balai Kota Jakarta," kata Mawardi dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/4).
Namun, dengan kondisi yang semakin kurang sehat, ia menyebut Heru memutuskan tidak hadir dalam agenda Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2022. Heru, kata dia, langsung beristirahat di kediaman.
"Istirahat di kediamannya untuk memulihkan kesehatan fisik secepatnya. Mengingat, tugas dan tanggung jawabnya sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta tidak bisa ditinggalkan terlalu lama," kata Mawardi.
Kini, ia mengatakan kondisi Heru telah membaik dan dapat melanjutkan aktivitas kembali.
"Alhamdulillah, setelah istirahat cukup, kondisi Pak Pj. Gubernur hari ini sudah membaik. Dan hari ini sudah bisa takziah ke rumah Almarhum Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar," katanya.
Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, sebelumnya mempersoalkan absennya Heru dalam rapat paripurna terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur, Jumat.
Ia merasa terzalimi atas absennya Heru dalam rapat tersebut. Pasalnya, menurut dia agenda rapat kemarin adalah penyampaian pidato Gubernur DKI Jakarta terhadap LKPJ tahun 2022.
Namun, dalam rapat kemarin Heru diwakili Deputi Gubernur DKI bidang Budaya dan Pariwisata Marullah Matali.
"Kita merasa nih kan hari ini kok agak terzalimi kami sebagai anggota DPRD yang membacakan hanya seorang Deputi Gubernur, Deputi Pj Gubernur, bukan Pj Gubernurnya," kata Nova, dalam video yang diunggah di Youtube DPRD DKI Jakarta.
Menurut Nova, ini bukan kali pertama Heru absen dalam rapat paripurna. Oleh sebab itu, ia meminta agar kejadian ini menjadi evaluasi dalam rapat selanjutnya.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang memimpin rapat itu langsung menjawab interupsi Nova.
Pras mengatakan, Heru telah mengajukan surat izin sakit sebelum memutuskan tak hadir pada rapat kemarin.
Pras bahkan menyindir Nova tidak mengetahui hal tersebut lantaran diduga telat menghadiri rapat paripurna. Sebab, ia telah membacakan surat tersebut di hadapan anggota Dewan sebelum memula rapat.
"Ini ada surat gubernur. Mungkin Anda datangnya telat, izin beliau sakit, kecapekan, sakitlah, ada izin suratnya," kata Pras.
"Bapak terlambat sih datang paripurna. Harus disiplin, paripurna harus datang, saya kan bacakan tadi Pak. Ucapan Bapak tolong ditarik karena beliau berizin, terima kasih," lanjutnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Biro Kepala Daerah Sekretariat Daerah DKI Jakarta Muhammad Mawardi mengatakan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD DKI, Jumat (31/3), karena tengah kurang fit.
Ia menyebut, surat izin sakit telah disampaikan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan dibacakan saat rapat dibuka.
Mawardi menjelaskan, Heru merasa kurang fit setelah mendampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan penyelesaian pemasangan rel Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Caroussel Test Proyek LRT Jabodetabek di Stasiun Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (31/3) pagi WIB.
"Pj. Gubernur merasa kurang enak badan setelah acara di Halim Perdanakusumah. Dengan kondisi yang kurang fit, Pj. Gubernur Heru masih berupaya melanjutkan agenda, yaitu pelantikan dan pengukuhan lima pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov DKI di Balai Kota Jakarta," kata Mawardi dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/4).
Namun, dengan kondisi yang semakin kurang sehat, ia menyebut Heru memutuskan tidak hadir dalam agenda Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2022. Heru, kata dia, langsung beristirahat di kediaman.
"Istirahat di kediamannya untuk memulihkan kesehatan fisik secepatnya. Mengingat, tugas dan tanggung jawabnya sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta tidak bisa ditinggalkan terlalu lama," kata Mawardi.
Kini, ia mengatakan kondisi Heru telah membaik dan dapat melanjutkan aktivitas kembali.
"Alhamdulillah, setelah istirahat cukup, kondisi Pak Pj. Gubernur hari ini sudah membaik. Dan hari ini sudah bisa takziah ke rumah Almarhum Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar," katanya.
Fraksi NasDem Persoalkan Absennya Heru Budi di Rapat Paripurna
Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, sebelumnya mempersoalkan absennya Heru dalam rapat paripurna terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur, Jumat.
Ia merasa terzalimi atas absennya Heru dalam rapat tersebut. Pasalnya, menurut dia agenda rapat kemarin adalah penyampaian pidato Gubernur DKI Jakarta terhadap LKPJ tahun 2022.
Namun, dalam rapat kemarin Heru diwakili Deputi Gubernur DKI bidang Budaya dan Pariwisata Marullah Matali.
"Kita merasa nih kan hari ini kok agak terzalimi kami sebagai anggota DPRD yang membacakan hanya seorang Deputi Gubernur, Deputi Pj Gubernur, bukan Pj Gubernurnya," kata Nova, dalam video yang diunggah di Youtube DPRD DKI Jakarta.
Menurut Nova, ini bukan kali pertama Heru absen dalam rapat paripurna. Oleh sebab itu, ia meminta agar kejadian ini menjadi evaluasi dalam rapat selanjutnya.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang memimpin rapat itu langsung menjawab interupsi Nova.
Pras mengatakan, Heru telah mengajukan surat izin sakit sebelum memutuskan tak hadir pada rapat kemarin.
Pras bahkan menyindir Nova tidak mengetahui hal tersebut lantaran diduga telat menghadiri rapat paripurna. Sebab, ia telah membacakan surat tersebut di hadapan anggota Dewan sebelum memula rapat.
"Ini ada surat gubernur. Mungkin Anda datangnya telat, izin beliau sakit, kecapekan, sakitlah, ada izin suratnya," kata Pras.
"Bapak terlambat sih datang paripurna. Harus disiplin, paripurna harus datang, saya kan bacakan tadi Pak. Ucapan Bapak tolong ditarik karena beliau berizin, terima kasih," lanjutnya.