Dasco Tegaskan Gerindra Tak Berubah, Capres Tetap Prabowo
CNN Indonesia
Senin, 24 Apr 2023 20:02 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gerindra menegaskan posisi dan pilihan politik mereka untuk Pilpres 2024 jelang pertemuan Koalisi Kebangsaan. (CNN Indonesia/ Muhammad Naufal)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai GerindraSufmi Dasco Ahmad menyatakan sikap partai politiknya terkait pencalonan presiden di Pilpres 2024. Hal itu disampaikan setelah beredar kabar rencana pertemuan Koalisi Kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa sikap Gerindra tidak berubah terlepas dari dinamika politik yang serba dinamis saat ini.
"Kami di Gerindra sudah pasti amanat Rapimnas yang belum diubah sampai hari ini, calon presidennya adalah Pak Prabowo," ungkap Dasco kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (24/4).
"Dan kemudian kerja sama politik dengan PKB itu pun demikian: bahwa keputusan siapa capres-cawapres akan ditentukan oleh Prabowo dan Muhaimin," sambungnya.
Dasco merujuk kepada nasib dari Koalisi Kebangsaan alias koalisi besar yang melibatkan lima nama partai, yakni Gerindra, PKB, Golkar, PAN dan PPP.
Kelima partai tersebut merupakan pertemuan dua koalisi yang berbeda yaitu Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP serta Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang berisikan Gerindra dan PKB.
PPP menyebutkan bahwa parpolnya akan segera memastikan langkah selanjutnya. PPP menyebut langkah PDIP yang secara resmi mengumumkan Ganjar sebagai capres pun memaksa partai-partai lain yang belum mengambil keputusan segera menentukan arah.
Berbagai pihak menyoroti pernyataan tersebut merujuk pada Sandiaga yang segera merapat pada PPP. Namun penentuan tersebut baru akan digelar dalam rapimnas PPP yang akan digelar pada Selasa (25/4) di Yogyakarta.
Menanggapi kabar itu, Dasco memilih untuk mewajarkannya. Menurutnya, fleksibilitas politik adalah hal yang sangat umum terjadi.
Lanjut ke sebelah...
Ia juga memastikan Koalisi Kebangsaan baru menjajaki pertemuan pertama, sehingga belum mengantongi nama untuk pencalonan presiden maupun wakil presiden.
"Kan itu (Koalisi Kebangsaan) baru pertemuan pertama. Jadi saya pikir masih dinamis dan juga berbagai macam kemungkinan juga masih bisa terjadi, namanya politik," sambungnya.
"Sementara sih belum ada. Belum ada nama yang dikantongi," lanjut Dasco menegaskan belum ada nama capres maupun cawapres yang akan diusung oleh Koalisi Kebangsaan.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyatakan koalisi besar atau koalisi kebangsaan akan menggelar pertemuan lanjutan setelah momen hari raya Idulfitri 1444 H.
Pernyataan ini disampaikan oleh Zulhas merespons Ganjar Pranowo yang telah resmi diusung oleh Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden PDIP.
"Setelah ini, memang, setelah acara di kantor PAN kemarin, kita akan ada pertemuan lanjutan (dengan) KIB juga koalisi dari Pak Prabowo dan kawan-kawan," ungkap Zulhas di kediamannya, Jakarta Timur, Sabtu (22/4)
"(Pertemuan) tertutup saya kira. Saya usulkan waktu itu semuanya ikut," lengkapnya
Wacana pembentukan koalisi besar lalu tercetus saat petinggi-petinggi partai politik bertemu di kantor DPP PAN beberapa waktu lalu. Presiden Jokowi pun hadir di sana.
Lima orang ketua umum yang hadir antara lain, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PPP Mardiono.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai GerindraSufmi Dasco Ahmad menyatakan sikap partai politiknya terkait pencalonan presiden di Pilpres 2024. Hal itu disampaikan setelah beredar kabar rencana pertemuan Koalisi Kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa sikap Gerindra tidak berubah terlepas dari dinamika politik yang serba dinamis saat ini.
"Kami di Gerindra sudah pasti amanat Rapimnas yang belum diubah sampai hari ini, calon presidennya adalah Pak Prabowo," ungkap Dasco kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (24/4).
"Dan kemudian kerja sama politik dengan PKB itu pun demikian: bahwa keputusan siapa capres-cawapres akan ditentukan oleh Prabowo dan Muhaimin," sambungnya.
Dasco merujuk kepada nasib dari Koalisi Kebangsaan alias koalisi besar yang melibatkan lima nama partai, yakni Gerindra, PKB, Golkar, PAN dan PPP.
Kelima partai tersebut merupakan pertemuan dua koalisi yang berbeda yaitu Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP serta Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang berisikan Gerindra dan PKB.
PPP menyebutkan bahwa parpolnya akan segera memastikan langkah selanjutnya. PPP menyebut langkah PDIP yang secara resmi mengumumkan Ganjar sebagai capres pun memaksa partai-partai lain yang belum mengambil keputusan segera menentukan arah.
Berbagai pihak menyoroti pernyataan tersebut merujuk pada Sandiaga yang segera merapat pada PPP. Namun penentuan tersebut baru akan digelar dalam rapimnas PPP yang akan digelar pada Selasa (25/4) di Yogyakarta.
Menanggapi kabar itu, Dasco memilih untuk mewajarkannya. Menurutnya, fleksibilitas politik adalah hal yang sangat umum terjadi.
Lanjut ke sebelah...
Dasco Tegaskan Posisi Gerindra Jelang Pertemuan Koalisi Kebangsaan
Gerindra menegaskan posisi dan pilihan politik mereka untuk Pilpres 2024 jelang pertemuan Koalisi Kebangsaan. (Arsip Istimewa)
Ia juga memastikan Koalisi Kebangsaan baru menjajaki pertemuan pertama, sehingga belum mengantongi nama untuk pencalonan presiden maupun wakil presiden.
"Kan itu (Koalisi Kebangsaan) baru pertemuan pertama. Jadi saya pikir masih dinamis dan juga berbagai macam kemungkinan juga masih bisa terjadi, namanya politik," sambungnya.
"Sementara sih belum ada. Belum ada nama yang dikantongi," lanjut Dasco menegaskan belum ada nama capres maupun cawapres yang akan diusung oleh Koalisi Kebangsaan.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyatakan koalisi besar atau koalisi kebangsaan akan menggelar pertemuan lanjutan setelah momen hari raya Idulfitri 1444 H.
Pernyataan ini disampaikan oleh Zulhas merespons Ganjar Pranowo yang telah resmi diusung oleh Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden PDIP.
"Setelah ini, memang, setelah acara di kantor PAN kemarin, kita akan ada pertemuan lanjutan (dengan) KIB juga koalisi dari Pak Prabowo dan kawan-kawan," ungkap Zulhas di kediamannya, Jakarta Timur, Sabtu (22/4)
"(Pertemuan) tertutup saya kira. Saya usulkan waktu itu semuanya ikut," lengkapnya
Wacana pembentukan koalisi besar lalu tercetus saat petinggi-petinggi partai politik bertemu di kantor DPP PAN beberapa waktu lalu. Presiden Jokowi pun hadir di sana.
Lima orang ketua umum yang hadir antara lain, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PPP Mardiono.