Ida Susanti dan Jusuf Hamka Buka Suara soal Kasus Penipuan
CNN Indonesia
Senin, 09 Okt 2023 05:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ida Susanti dan Jusuf Hamka buka suara soal kasus dugaan penipuan terkait pernikahan sesama jenis. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang perempuan bernama Ida Susanti, yang merupakan warga Surabaya, tengah menjadi perbincangan usai diduga menjadi korban penipuan suaminya yang ternyata wanita.
Orang yang mengaku-ngaku sebagai pria dan menikahinya itu bernama Nardinata Marshioni Suhaimi. Setelah menikah, keduanya pergi bulan madu ke Bangkok, Thailand, pada 31 Juli 2000.
Saat bulan madu, tiba-tiba Nardinata mengaku bahwa ia sebenarnya adalah seorang perempuan dengan nama asli Nera Maria Suhaimi Joseph.
"Kamu enggak bisa memenjarakan aku (Nera). Aku ini anak orang kaya, dan ngomong kalau kakak aku, Babah Alun (Jusuf Hamka) sopo. Zaman segitu mana ada sih suaranya," kata Ida dalam video yang diunggah di akun YouTube Denny Sumargo, dikutip pada Minggu (8/10).
"Benar (dia bawa nama Babah Alun). Waktu di Jakarta pun ngomong sama di John, 'Kamu tahu enggak John si Alun?', memang tidak pernah ketemu, tidak pernah. Pokoknya urusan intern Jusuf enggak, cuma dia ngomong begitu," lanjutnya.
Saat itu, Ida mengaku tak tahu menahu soal sosok Babah Alun yang dimaksud. Namun, ia menduga nama itu dilontarkan untuk menekan dirinya.
Ida menceritakan seluruh langkah hukum sudah ia lakukan. Tak hanya terkait dengan proses perceraian, tapi juga soal dugaan pemalsuan identitas yang dilakukan oleh Nera.
Laporan yang dilayangkan Ida ke Polda Jawa Timur pun terkesan mandek. Hingga akhirnya pada 2007, Polda Jawa Timur menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap Nera.
"Karena dia (Nera) pernah sekali dipanggil ke Polda, ya itu ada BAPnya yang menyatakan adiknya bapak Jusuf Hamka di situ. Terus dipanggil untuk kedua kali ya, mau ditahan lah maksudnya, tapi dia lari. Makanya keluar DPO," ucap Ida.
Laporan hukum terus berlanjut. Ida akhirnya juga memutuskan untuk menyebarkan informasi soal kasusnya ke media sosial.
Ia kemudian juga mengetahui sosok Babah Alun yang ternyata adalah Jusuf Hamka. Ida pun berusaha menemui Jusuf untuk mengonfirmasi soal apa benar Nera merupakan adiknya.
Dalam kesempatan sama, Jusuf menyampaikan dirinya memiliki saudara atau kerabat dalam jumlah banyak. Apalagi, dirinya adalah sosok anak terbuang dalam keluarga.
"Mungkin saya dibilang sombong kali, tapi saya bukan sombong. Saya orang yang terbuang, bener-bener orang yang terbuang. Pertama karena saya anak nakal dari muda, kedua karena saya memilih agama yang di luar kelaziman orang-orang Tionghoa waktu itu sehingga saya dikucilkan," tutur dia.
Kendati demikian, Jusuf membenarkan dirinya mengenal sosok Nera. Ia juga mengaku sempat berkomunikasi dengan Nera beberapa tahun yang lalu.
"Tiga tahun yang lalu sempat kontak. Dia hanya bilang dia lagi di Filipina yang namanya Nera gitu. Jadi kadang kala ada adik saya yang namanya Sari, oh dia lagi ada di Amerika. Waktu itu mereka kontak karena sedang heboh-hebohnya kasus saya dengan bank syariah swasta," ucap Jusuf.
"Terus sudah enggak pernah kontak, Dan kami enggak pernah berkumpul. Seandainya pernah berkumpul ibu (Ida) pasti pernah ketemu saya," sambungnya.
Lebih lanjut, Jusuf menegaskan dirinya tidak akan ikut campur dan mengintervensi kasus hukum Ida dengan Nera.
"Dia yang berbuat dia yang bertanggung jawab. Dan saya tidak akan intervensi, baik ucapan satu kata pun atau pun satu rupiah," katanya.
"Jadi klir saya cukup amanah. Kalau ada orang berbuat salah, dia harus tanggung jawab perbuatannya. Jangan karena mentang-mentang keluarga, mentang-mentang kerabat terus kita bela membabi buta," tegas Jusuf.
Seorang perempuan bernama Ida Susanti, yang merupakan warga Surabaya, tengah menjadi perbincangan usai diduga menjadi korban penipuan suaminya yang ternyata wanita.
Orang yang mengaku-ngaku sebagai pria dan menikahinya itu bernama Nardinata Marshioni Suhaimi. Setelah menikah, keduanya pergi bulan madu ke Bangkok, Thailand, pada 31 Juli 2000.
Saat bulan madu, tiba-tiba Nardinata mengaku bahwa ia sebenarnya adalah seorang perempuan dengan nama asli Nera Maria Suhaimi Joseph.
"Kamu enggak bisa memenjarakan aku (Nera). Aku ini anak orang kaya, dan ngomong kalau kakak aku, Babah Alun (Jusuf Hamka) sopo. Zaman segitu mana ada sih suaranya," kata Ida dalam video yang diunggah di akun YouTube Denny Sumargo, dikutip pada Minggu (8/10).
"Benar (dia bawa nama Babah Alun). Waktu di Jakarta pun ngomong sama di John, 'Kamu tahu enggak John si Alun?', memang tidak pernah ketemu, tidak pernah. Pokoknya urusan intern Jusuf enggak, cuma dia ngomong begitu," lanjutnya.
Saat itu, Ida mengaku tak tahu menahu soal sosok Babah Alun yang dimaksud. Namun, ia menduga nama itu dilontarkan untuk menekan dirinya.
Ida menceritakan seluruh langkah hukum sudah ia lakukan. Tak hanya terkait dengan proses perceraian, tapi juga soal dugaan pemalsuan identitas yang dilakukan oleh Nera.
Laporan yang dilayangkan Ida ke Polda Jawa Timur pun terkesan mandek. Hingga akhirnya pada 2007, Polda Jawa Timur menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap Nera.
"Karena dia (Nera) pernah sekali dipanggil ke Polda, ya itu ada BAPnya yang menyatakan adiknya bapak Jusuf Hamka di situ. Terus dipanggil untuk kedua kali ya, mau ditahan lah maksudnya, tapi dia lari. Makanya keluar DPO," ucap Ida.
Ida Susanti dan Jusuf Hamka buka suara soal kasus dugaan penipuan terkait pernikahan sesama jenis. (CNN Indonesia/Farid)
Laporan hukum terus berlanjut. Ida akhirnya juga memutuskan untuk menyebarkan informasi soal kasusnya ke media sosial.
Ia kemudian juga mengetahui sosok Babah Alun yang ternyata adalah Jusuf Hamka. Ida pun berusaha menemui Jusuf untuk mengonfirmasi soal apa benar Nera merupakan adiknya.
Dalam kesempatan sama, Jusuf menyampaikan dirinya memiliki saudara atau kerabat dalam jumlah banyak. Apalagi, dirinya adalah sosok anak terbuang dalam keluarga.
"Mungkin saya dibilang sombong kali, tapi saya bukan sombong. Saya orang yang terbuang, bener-bener orang yang terbuang. Pertama karena saya anak nakal dari muda, kedua karena saya memilih agama yang di luar kelaziman orang-orang Tionghoa waktu itu sehingga saya dikucilkan," tutur dia.
Kendati demikian, Jusuf membenarkan dirinya mengenal sosok Nera. Ia juga mengaku sempat berkomunikasi dengan Nera beberapa tahun yang lalu.
"Tiga tahun yang lalu sempat kontak. Dia hanya bilang dia lagi di Filipina yang namanya Nera gitu. Jadi kadang kala ada adik saya yang namanya Sari, oh dia lagi ada di Amerika. Waktu itu mereka kontak karena sedang heboh-hebohnya kasus saya dengan bank syariah swasta," ucap Jusuf.
"Terus sudah enggak pernah kontak, Dan kami enggak pernah berkumpul. Seandainya pernah berkumpul ibu (Ida) pasti pernah ketemu saya," sambungnya.
Lebih lanjut, Jusuf menegaskan dirinya tidak akan ikut campur dan mengintervensi kasus hukum Ida dengan Nera.
"Dia yang berbuat dia yang bertanggung jawab. Dan saya tidak akan intervensi, baik ucapan satu kata pun atau pun satu rupiah," katanya.
"Jadi klir saya cukup amanah. Kalau ada orang berbuat salah, dia harus tanggung jawab perbuatannya. Jangan karena mentang-mentang keluarga, mentang-mentang kerabat terus kita bela membabi buta," tegas Jusuf.