Masjid Al Mustofa di Bantarjati merupakan salah satu masjid tertua di Kota Bogor, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Cesar Sanabil Pasya)
Bogor, CNN Indonesia --
Bicara perkembangan peradaban Islam di Kota Bogor, Jawa Barat, tak bisa lepas dari keberadaan Masjid Al-Mustofayang berada di Jalan Ciremai Ujung Kaum, Bantarjati Kaum, Kecamatan Bogor Utara.
Pasalnya, masjid tersebut merupakan salah satu yang tertua di Bogor. Masjid ini didirikan pada 1728--demikian informasi yang tertera di papan informasi depan rumah ibadah tersebut--atau sudah hampir berusia tiga abad.
Salah satu bukti nyata peninggalan sejarah dari masjid ini adalah peninggalan Alquran yang ditulis langsung oleh salah satu pendirinya, Tubagus Haji Mustofa Al Bakri, lebih dari dua abad lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alquran tersebut saat ini bisa dilihat secara langsung di dalam masjid tersebut, dan diletakkan pada kotak kaca guna menjaga kelestariannya.
Selain itu, tradisi turun temurun--termasuk dalam menyambut dan selama bulan Ramadan--juga masih dilestarikan di tempat tersebut.
Ketua DKM Masjid Al Mustofa Bogor, Ustaz Kusnadi mengatakan tempat tersebut selalu kegiatan dalam rangka mengisi bulan Ramadhan. Salah satu kegiatan yang menjadi tradisi pascasalat tarawih berjemaah.
"Tradisi tarawih di mana-mana sama, tapi di sini keunikannya, di situ setiap sehabis shalat tarawih ada bacaan khusus," ujar Ustaz Kusnadi kepada CNNIndonesia.com, awal bulan ini.
Bacaan khusus yang dimaksud adalah zikir yang sudah diwariskan turun temurun dari pendiri masjid. Bacaan zikir itu, ujar Kusnadi, tetap didasarkan dari Alquran dan hadist.
Ketua DKM Masjid Al Mustofa Kota Bogor, Ustaz Kusnadi. (CNN Indonesia/Cesar Sanabil Pasya)
Masjid yang berdiri pada 2 Ramadan itu ditetapkan Pemkot Bogor sebagai cagar budaya pada 2011 silam. Selain itu peninggalan masa lalu yang bersejarah pun ada pula di masjid ini yakni alquran dan buku khotbah Salat Jumat yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri.
Alquran ini ditulis pada lembaran kulit. Kedua benda bersejarah tersebut di perkirakan usianya sama dengan usia masjid Al Mustofa.
"Mesjid Al-Mustofa dibangun pada sekitar 1728. Di komplek masjid ini terdapat naskah Alquran yang ditulis tangan pendiri masjid ini adalah Tubagus Haji Mustofa Al Bakri. Saat ini bangunan mesjid walaupun telah mengalami renovasi namun sebagian besar elemen bangunan baik struktur dan ornamen masih utuh," demikian informasi di papan buatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor yang terpampang di bagian depan masjid tersebut.
Koleksi Alquran kuno yang masih dijaga di Masjid Al-Mustofa, Bogor. (CNNIndonesia/Cesar Sanabil)
Masjid Al Mustafa dikenal sebagai masjid tertua di Kota Bogor. Masjid ini diketahui memiliki mata air yang tak pernah kering sejak ratusan tahun lalu.
Masjid Al Mustofa merupakan masjid tertua di Kota Bogor yang dibangun dua ulama asal Banten dan Cirebon, Tubagus Mustafa Al Bakri dan Raden Dita Manggala.
Masjid Al-Mustofa berada di dalam Gang Mustofa, Jalan Ciremai Ujung Kaum, Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor. (CNNIndonesia/Cesar Sanabil)
Sejak lebih dari dua abad lalu, masjid Al-Mustofa tidak banyak mengalami perubahan bentuk.
Kalaupun ada, hanya yang bersifat perbaikan, termasuk tiang yang dahulu dari kayu kini menggunakan beton. Tiang-tiang itu ada sembilan dengan kaligrafi yang melambangkan Wali Songo.
Ustaz Kusnadi mengungkapkan dirinya dan jemaah di sana merasa bangga memiliki masjid Al Mustofa sebagai cagar budaya yang perlu dilestarikan dan dijaga.
Ia juga berpesan kepada masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga setiap masjid, khususnya yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Dia pun membagikan trik kepada para pengurus masjid yang sudah berusia lama agar tetap eksis hingga kini dan di masa mendatang.
"Di samping itu juga, tetap harus ada perawatannya, pengisian kegiatan, jangan sampai masjid tertua hanya sebatas istilah, namun tidak ada kegiatan apa-apa. Kami ingin masjid Al Mustofa disamping menjadi cagar budaya juga bisa menjadi contoh kepada masyarakat luas," ucap Ustaz Kusnadi.
Bicara perkembangan peradaban Islam di Kota Bogor, Jawa Barat, tak bisa lepas dari keberadaan Masjid Al-Mustofayang berada di Jalan Ciremai Ujung Kaum, Bantarjati Kaum, Kecamatan Bogor Utara.
Pasalnya, masjid tersebut merupakan salah satu yang tertua di Bogor. Masjid ini didirikan pada 1728--demikian informasi yang tertera di papan informasi depan rumah ibadah tersebut--atau sudah hampir berusia tiga abad.
Salah satu bukti nyata peninggalan sejarah dari masjid ini adalah peninggalan Alquran yang ditulis langsung oleh salah satu pendirinya, Tubagus Haji Mustofa Al Bakri, lebih dari dua abad lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alquran tersebut saat ini bisa dilihat secara langsung di dalam masjid tersebut, dan diletakkan pada kotak kaca guna menjaga kelestariannya.
Selain itu, tradisi turun temurun--termasuk dalam menyambut dan selama bulan Ramadan--juga masih dilestarikan di tempat tersebut.
Ketua DKM Masjid Al Mustofa Bogor, Ustaz Kusnadi mengatakan tempat tersebut selalu kegiatan dalam rangka mengisi bulan Ramadhan. Salah satu kegiatan yang menjadi tradisi pascasalat tarawih berjemaah.
"Tradisi tarawih di mana-mana sama, tapi di sini keunikannya, di situ setiap sehabis shalat tarawih ada bacaan khusus," ujar Ustaz Kusnadi kepada CNNIndonesia.com, awal bulan ini.
Bacaan khusus yang dimaksud adalah zikir yang sudah diwariskan turun temurun dari pendiri masjid. Bacaan zikir itu, ujar Kusnadi, tetap didasarkan dari Alquran dan hadist.
Ketua DKM Masjid Al Mustofa Kota Bogor, Ustaz Kusnadi. (CNN Indonesia/Cesar Sanabil Pasya)
Masjid yang berdiri pada 2 Ramadan itu ditetapkan Pemkot Bogor sebagai cagar budaya pada 2011 silam. Selain itu peninggalan masa lalu yang bersejarah pun ada pula di masjid ini yakni alquran dan buku khotbah Salat Jumat yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri.
Alquran ini ditulis pada lembaran kulit. Kedua benda bersejarah tersebut di perkirakan usianya sama dengan usia masjid Al Mustofa.
"Mesjid Al-Mustofa dibangun pada sekitar 1728. Di komplek masjid ini terdapat naskah Alquran yang ditulis tangan pendiri masjid ini adalah Tubagus Haji Mustofa Al Bakri. Saat ini bangunan mesjid walaupun telah mengalami renovasi namun sebagian besar elemen bangunan baik struktur dan ornamen masih utuh," demikian informasi di papan buatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor yang terpampang di bagian depan masjid tersebut.
Koleksi Alquran kuno yang masih dijaga di Masjid Al-Mustofa, Bogor. (CNNIndonesia/Cesar Sanabil)
Salah satu tiang atau soko guru yang masih dirawat dan dijaga dari sejak awal pendiriannya sekitar dua abad lalu. (CNN Indonesia/Cesar Sanabil Pasya)
Masjid Al Mustafa dikenal sebagai masjid tertua di Kota Bogor. Masjid ini diketahui memiliki mata air yang tak pernah kering sejak ratusan tahun lalu.
Masjid Al Mustofa merupakan masjid tertua di Kota Bogor yang dibangun dua ulama asal Banten dan Cirebon, Tubagus Mustafa Al Bakri dan Raden Dita Manggala.
Masjid Al-Mustofa berada di dalam Gang Mustofa, Jalan Ciremai Ujung Kaum, Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor. (CNNIndonesia/Cesar Sanabil)
Sejak lebih dari dua abad lalu, masjid Al-Mustofa tidak banyak mengalami perubahan bentuk.
Kalaupun ada, hanya yang bersifat perbaikan, termasuk tiang yang dahulu dari kayu kini menggunakan beton. Tiang-tiang itu ada sembilan dengan kaligrafi yang melambangkan Wali Songo.
Ustaz Kusnadi mengungkapkan dirinya dan jemaah di sana merasa bangga memiliki masjid Al Mustofa sebagai cagar budaya yang perlu dilestarikan dan dijaga.
Ia juga berpesan kepada masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga setiap masjid, khususnya yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Dia pun membagikan trik kepada para pengurus masjid yang sudah berusia lama agar tetap eksis hingga kini dan di masa mendatang.
"Di samping itu juga, tetap harus ada perawatannya, pengisian kegiatan, jangan sampai masjid tertua hanya sebatas istilah, namun tidak ada kegiatan apa-apa. Kami ingin masjid Al Mustofa disamping menjadi cagar budaya juga bisa menjadi contoh kepada masyarakat luas," ucap Ustaz Kusnadi.