Deret Fakta Pencopotan Dekan FK UNAIR, Dosen Ancam Mogok Ngajar

CNN Indonesia
Minggu, 07 Jul 2024 08:51 WIB
Deret Fakta Pencopotan Dekan FK UNAIR, Dosen Ancam Mogok Ngajar
Dekan FK UNAIR Profesor Budi Santoso dicabut dari jabatannya. (CNN Indonesia/Farid Rahman)

Guru besar FK temui rektor

Buntut polemik pencopotan Budi sebagai Dekan FK itu, perwakilan guru besar dan pengajar FK melakukan pertemuan dengan Rektor UNAIR M. Nasih pada Jumat (5/7).

Salah satu perwakilan Yan Efrata Sembiring menyampaikan beberapa tuntutan. Salah satunya menuntut agar Budi dikembalikan menjadi dekan karena menilai pencopotannyai tak sesuai dengan Statuta UNAIR.

"Semua mempunyai tujuan menyampaikan aspirasi keinginan yaitu untuk mengembalikan Prof BUS (Budi Santoso) sebagai Dekan FK Unair," ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yan mengaku dialog berjalan kondusif dan hangat. Ia menyebut Nasih menerima tuntutan itu dan akan mempertimbangkan ulang pencopotan Budi.

Meski demikian, belum ada keputusan yang diambil dalam dialog kemarin. Rektor, kata dia, masih akan membicarakan masalah ini dengan majelis wali amanat serta senat.

"Respons dari rektor dan jajaran, beliau akan membuka lagi dialog, artinya akan ada pertimbangan-pertimbangan yang akan diambil," ujarnya.

Ancam mogok mengajar

Guru besar hingga dosen di FK Unair Surabaya mengancam akan mogok mengajar.

Ahli bedah saraf UNAIR Profesor Abdul Hafid Bajamal mengatakan, keputusan rektor mencopot Budi sebagai Dekan FK UNAIR tak berdasar. Sebab, Budi Santoso tak sedang sakit atau tersangkut kasus hukum yang membuatnya bisa diberhentikan.

Bajamal mengkritik pimpinan UNAIR yang menjadikan FK bak katak dalam tempurung. Dengan adanya kasus ini, ia ingin sejawat di FK Unair berani berbicara menyampaikan pendapat dan tegas bersikap.

Civitas akademika gelar aksi

Selain mengancam mogok mengajar, ratusan civitas akademika FK UNAIR menggelar aksi solidaritas menyikapi pemecatan Budi pada Kamis (4/7).

Aksi itu dihadiri oleh para guru besar, sejawat dokter, pengajar, alumni, hingga mahasiswa aktif FK UNAIR.

Gedung FK Kampus A UNAIR juga kebanjiran karangan bunga berisi dukungan untuk Budi. Pada Kamis (4/7) kemarin, setidaknya lebih dari 30 rangkaian bunga terpasang di depan gedung FK. Mantan Rektor UNAIR 2001-2006 dr Puruhito turut hadir dalam aksi tersebut.

"Di sini saya berdiri sebagai warga FK UNAIR, selain juga sebagai mantan rektor. Saya hari ini sangat berduka cita mendengar apa yang telah diputuskan Rektor Unair terhadap dekan kita Profesor Bus (Budi Santoso)," kata Puruhito saat orasi.

(mnf/asr)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Budi Santoso dicopot tak lama setelah menolak rencana pemerintah mendatangkan dokter asing ke Indonesia.

Budi menolak rencana itu karena menurutnya, hampir semua dari 92 fakultas kedokteran yang ada di Indonesia mampu meluluskan dokter berkualitas yang tak kalah dengan dokter asing.

"Secara pribadi dan institusi, kami dari fakultas kedokteran tidak setuju," kata Budi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama setelah pernyataan itu, Budi dipanggil pimpinan kampus hingga akhirnya dipecat sebagai Dekan FK UNAIR. Ia mengonfirmasi pemberhentiannya pada Rabu (3/7).

Budi mengaku sempat dipanggil Rektor UNAIR pada Senin (1/7) untuk dimintai keterangan. Ia menduga, alasan pemberhentiannya bertalian dengan penolakan atas rencana pemerintah mendatangkan dokter asing.

Pemecatan ini dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Publik UNAIR Martha Kurnia. Ia membenarkan pencopotan Budi sebagai Dekan FK.

Namun, ia tak membeberkan alasan pimpinan UNAIR mencopot Budi. Ia mengatakan, hal itu adalah kebijakan internal lembaga.

"Terkait beredarnya pemberitaan tentang pemberhentian Dekan FK Unair di beberapa media sosial, dengan ini kami humas Universitas Airlangga menyatakan bahwa pemberitaan tersebut benar adanya," kata Martha, melalui keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/7).

Berikut beberapa fakta terkait pemecatan Dekan FK UNAIR dirangkum CNNIndonesia.com sejauh ini.

Rektor UNAIR irit bicara

Rektor UNAIR M. Nasih masih irit bicara ihwal pemecatan tersebut. Ia justru mempertanyakan mengapa media menulis pemecatan itu meski belum mendapatkan salinan Surat Keputusan (SK) Rektor perihal pemecatan Budi.

Kemendikbudristek buka suara

FK UNAIR sendiri berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek Anang Ristanto menyampaikan, sebagai PTN badan hukum di Indonesia, UNAIR memiliki otonomi dalam mengelola di bidang akademik dan non-akademik. Termasuk juga di antaranya kewenangan untuk mengatur organisasinya sendiri.

"Pengangkatan dan pemberhentian Dekan FK merupakan kebijakan internal dan kewenangan Rektor Unair, serta harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang diatur dalam Statuta Unair," ujar Anang kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/7).

Simak ke halaman berikutnya..

Deret Fakta Pencopotan Dekan FK UNAIR, Dosen Ancam Mogok Ngajar

Dekan FK UNAIR Profesor Budi Santoso dicabut dari jabatannya. (CNN Indonesia/Farid Rahman)

Guru besar FK temui rektor

Buntut polemik pencopotan Budi sebagai Dekan FK itu, perwakilan guru besar dan pengajar FK melakukan pertemuan dengan Rektor UNAIR M. Nasih pada Jumat (5/7).

Salah satu perwakilan Yan Efrata Sembiring menyampaikan beberapa tuntutan. Salah satunya menuntut agar Budi dikembalikan menjadi dekan karena menilai pencopotannyai tak sesuai dengan Statuta UNAIR.

"Semua mempunyai tujuan menyampaikan aspirasi keinginan yaitu untuk mengembalikan Prof BUS (Budi Santoso) sebagai Dekan FK Unair," ucapnya.

Yan mengaku dialog berjalan kondusif dan hangat. Ia menyebut Nasih menerima tuntutan itu dan akan mempertimbangkan ulang pencopotan Budi.

Meski demikian, belum ada keputusan yang diambil dalam dialog kemarin. Rektor, kata dia, masih akan membicarakan masalah ini dengan majelis wali amanat serta senat.

"Respons dari rektor dan jajaran, beliau akan membuka lagi dialog, artinya akan ada pertimbangan-pertimbangan yang akan diambil," ujarnya.

Ancam mogok mengajar

Guru besar hingga dosen di FK Unair Surabaya mengancam akan mogok mengajar.

Ahli bedah saraf UNAIR Profesor Abdul Hafid Bajamal mengatakan, keputusan rektor mencopot Budi sebagai Dekan FK UNAIR tak berdasar. Sebab, Budi Santoso tak sedang sakit atau tersangkut kasus hukum yang membuatnya bisa diberhentikan.

Bajamal mengkritik pimpinan UNAIR yang menjadikan FK bak katak dalam tempurung. Dengan adanya kasus ini, ia ingin sejawat di FK Unair berani berbicara menyampaikan pendapat dan tegas bersikap.

Civitas akademika gelar aksi

Selain mengancam mogok mengajar, ratusan civitas akademika FK UNAIR menggelar aksi solidaritas menyikapi pemecatan Budi pada Kamis (4/7).

Aksi itu dihadiri oleh para guru besar, sejawat dokter, pengajar, alumni, hingga mahasiswa aktif FK UNAIR.

Gedung FK Kampus A UNAIR juga kebanjiran karangan bunga berisi dukungan untuk Budi. Pada Kamis (4/7) kemarin, setidaknya lebih dari 30 rangkaian bunga terpasang di depan gedung FK. Mantan Rektor UNAIR 2001-2006 dr Puruhito turut hadir dalam aksi tersebut.

"Di sini saya berdiri sebagai warga FK UNAIR, selain juga sebagai mantan rektor. Saya hari ini sangat berduka cita mendengar apa yang telah diputuskan Rektor Unair terhadap dekan kita Profesor Bus (Budi Santoso)," kata Puruhito saat orasi.


HALAMAN:
1 2