Deret Teguran Mayor Teddy: Miftah, Raffi Ahmad sampai Paspampres
CNN Indonesia
Kamis, 13 Feb 2025 07:48 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Seskab Mayor Teddy kerap menegur anggota kabinet yang berbuat keliru. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya kerap kali menegur para anggota kabinet hingga anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Terbaru, Teddy menegur seorang anggota Paspampres yang sedang memayungi Presiden Prabowo Subianto ketika menyambut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/2) petang.
Momen ini terjadi ketika Pesawat kenegaraan Turki yang ditumpangi Erdogan tiba di Halim Perdanakusuma ketika cuaca sedang hujan.
Teddy dan Prabowo kemudian berjalan berdampingan menuju landasan pesawat Presiden Turki untuk menyambut Erdogan. Terlihat anggota Paspampres berkemeja putih lengan panjang mengikuti di belakang sembari memayungi Prabowo.
Teddy kemudian menengok ke belakang dengan mengucapkan sesuatu dan memberikan isyarat kepada anggota Paspampres itu.
Kemudian anggota Paspampres tersebut langsung berhenti dan menutup payung hitam yang awalnya digunakan untuk memayungi Prabowo.
Bukan kali ini saja mantan ajudan Presiden ke-7 Joko Widodo itu menegur. Beberapa kali Teddy juga kedapatan menegur anggota kabinet dan orang lain.
Berikut rangkuman teguran yang diberikan Mayor Teddy:
1. Gus Miftah
Mayor Teddy sempat menegur mantan Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah lantaran mengolok-olok atau menghina penjual es teh.
Gus Miftah sempat ramai menjadi perbincangan beberapa waktu lalu lantaran mengolok-olok penjual es teh. Ejekan itu ia sampaikan saat diminta memborong jualan pedagang es teh ketika mengisi pengajian.
"Es tehmu ijek okeh ora (es tehmu masih banyak nggak)? Masih? Yo kono didol (ya sana dijual), goblok. Dol en ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah, takdir)," kata Gus Miftah kepada pedagang es teh dalam video tersebut.
Warganet mengkritik keras pernyataan itu. Mereka mempertanyakan status Miftah sebagai utusan khusus presiden.
Miftah pun meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Bahkan, ia mengaku sudah ditegur Mayor Teddy imbas olok-olokannya tersebut.
"Saya Miftah Maulana Habiburrahman menanggapi yang viral hari ini, yang pertama dengan kerendahan hati, saya meminta maaf atas kekhilafan saya," kata Miftah dalam sebuah video yang diunggah ulang Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi di TikTok @hasannasbi, Rabu (4/12).
"Saya juga sudah ditegur oleh Bapak Seskab (Mayor Teddy Indra Wijaya) yang hari ini berada di Kupang untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum," tambahnya.
Mayor Teddy Indra Wijaya mengaku sudah memberikan teguran terkait petugas patwal mobil RI 36 yang merupakan mobil dinas Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.
"Sudah, sudah kami tegur dan sudah diingatkan kembali semuanya agar semakin berhati-hati dan bijak saat berkendara," ujar Mayor Teddy melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (11/1).
Raffi Ahmad sempat viral lantaran seorang petugas patwal yang mengawal mobil dinasnya dengan pelat nomor RI 36 membuka jalan di tengah kondisi lalu lintas yang sedang padat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
Sebuah taksi lalu berhenti lantaran ada truk yang berhenti di depannya. Ketika hendak pindah jalur, taksi itu tertahan karena ada mobil di jalur yang ingin ditempati.
Taksi tersebut menghalangi petugas patwal yang sedang berusaha membuka jalan. Karena terhalang, petugas itu menunjuk-menunjuk sopir taksi tersebut.
Raffi pun berterima kasih atas arahan Teddy usai teguran diberikan.
"Terima kasih atas arahannya Pak Seskab Mayor Teddy. Siap grak," tulis Raffi Ahmad di Instagram Story, Minggu (12/1).
Berlanjut ke halaman berikutnya...
3. Mendes Yandri Susanto
Teddy juga dikabarkan pernah menegur para menteri Kabinet Merah Putih untuk tidak memakai kop kementerian untuk kegiatan pribadi.
Beredar kabar imbauan itu disampaikan di grup pesan singkat para menteri. Hal itu dibenarkan salah seorang anggota Kabinet Merah Putih.
"Dalam masa awal jabatan harap berhati-hati dalam membuat surat atas nama/kop/stempel kementerian & tanda tangan menteri, terkait acara pribadi dan menghindari hal-hal yang berpotensi menjadi polemik di masyarakat," bunyi pesan imbauan yang dikonfirmasi sumber CNNIndonesia.com itu.
Imbauan Teddy itu dikeluarkan menyusul adanya Surat undangan haul (peringatan hari wafat) ibu Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandri Susanto kepada kepala desa di Sindangheula, Pabuaran, Serang, dengan kop kementerian viral di media sosial.
Merespons itu, Yandri memastikan tak ada muatan politis dalam kegiatan haul yang diselenggarakannya. Namun, dia mengucapkan terima kasih kepada eks Menko Polhukam Mahfud MD yang menegurnya lewat akun X (Twitter).
Pada acara haul itu, istri Yandri, Ratu Zakiyah, turut mendampingi. Ratu Zakiyah saat itu sedang maju sebagai calon Bupati Serang pada Pilkada 2024. Yandi menegaskan tak ada arahan untuk memilih Ratu.
Mayor Teddy juga sempat tertangkap kamera menegur komika Marshel Widianto yang hendak mengabadikan momen dalam acara Prabowo-Gibran yang kala itu masih berstatus capres dan cawapres yang digelar di Istora Senayan, Rabu, 14 Februari 2024 lalu.
Terdapat cuplikan video di media sosial Mayor Teddy tiba-tiba mendekati panggung dan menghampiri Marshel yang sedang berswafoto bersama Gibran Rakabuming Raka.
Mayor Teddy terlihat menepuk pundak Marshel sambil mengucapkan sesuatu.
Namun tidak diketahui secara pasti apa yang disampaikan Mayor Teddy kepada Marshel. Tampak Mayor Teddy seolah meminta Marshel untuk sedikit menjauh. Marshel pun terlihat menjauh usai ditegur Teddy sambil tersenyum.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya kerap kali menegur para anggota kabinet hingga anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Terbaru, Teddy menegur seorang anggota Paspampres yang sedang memayungi Presiden Prabowo Subianto ketika menyambut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/2) petang.
Momen ini terjadi ketika Pesawat kenegaraan Turki yang ditumpangi Erdogan tiba di Halim Perdanakusuma ketika cuaca sedang hujan.
Teddy dan Prabowo kemudian berjalan berdampingan menuju landasan pesawat Presiden Turki untuk menyambut Erdogan. Terlihat anggota Paspampres berkemeja putih lengan panjang mengikuti di belakang sembari memayungi Prabowo.
Teddy kemudian menengok ke belakang dengan mengucapkan sesuatu dan memberikan isyarat kepada anggota Paspampres itu.
Kemudian anggota Paspampres tersebut langsung berhenti dan menutup payung hitam yang awalnya digunakan untuk memayungi Prabowo.
Bukan kali ini saja mantan ajudan Presiden ke-7 Joko Widodo itu menegur. Beberapa kali Teddy juga kedapatan menegur anggota kabinet dan orang lain.
Berikut rangkuman teguran yang diberikan Mayor Teddy:
1. Gus Miftah
Mayor Teddy sempat menegur mantan Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah lantaran mengolok-olok atau menghina penjual es teh.
Gus Miftah sempat ramai menjadi perbincangan beberapa waktu lalu lantaran mengolok-olok penjual es teh. Ejekan itu ia sampaikan saat diminta memborong jualan pedagang es teh ketika mengisi pengajian.
"Es tehmu ijek okeh ora (es tehmu masih banyak nggak)? Masih? Yo kono didol (ya sana dijual), goblok. Dol en ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah, takdir)," kata Gus Miftah kepada pedagang es teh dalam video tersebut.
Warganet mengkritik keras pernyataan itu. Mereka mempertanyakan status Miftah sebagai utusan khusus presiden.
Miftah pun meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Bahkan, ia mengaku sudah ditegur Mayor Teddy imbas olok-olokannya tersebut.
"Saya Miftah Maulana Habiburrahman menanggapi yang viral hari ini, yang pertama dengan kerendahan hati, saya meminta maaf atas kekhilafan saya," kata Miftah dalam sebuah video yang diunggah ulang Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi di TikTok @hasannasbi, Rabu (4/12).
"Saya juga sudah ditegur oleh Bapak Seskab (Mayor Teddy Indra Wijaya) yang hari ini berada di Kupang untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum," tambahnya.
Mayor Teddy Indra Wijaya mengaku sudah memberikan teguran terkait petugas patwal mobil RI 36 yang merupakan mobil dinas Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.
"Sudah, sudah kami tegur dan sudah diingatkan kembali semuanya agar semakin berhati-hati dan bijak saat berkendara," ujar Mayor Teddy melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (11/1).
Raffi Ahmad sempat viral lantaran seorang petugas patwal yang mengawal mobil dinasnya dengan pelat nomor RI 36 membuka jalan di tengah kondisi lalu lintas yang sedang padat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
Sebuah taksi lalu berhenti lantaran ada truk yang berhenti di depannya. Ketika hendak pindah jalur, taksi itu tertahan karena ada mobil di jalur yang ingin ditempati.
Taksi tersebut menghalangi petugas patwal yang sedang berusaha membuka jalan. Karena terhalang, petugas itu menunjuk-menunjuk sopir taksi tersebut.
Raffi pun berterima kasih atas arahan Teddy usai teguran diberikan.
"Terima kasih atas arahannya Pak Seskab Mayor Teddy. Siap grak," tulis Raffi Ahmad di Instagram Story, Minggu (12/1).
Berlanjut ke halaman berikutnya...
Yandri Susanto hingga Marshel Widianto
Teddy juga dikabarkan pernah menegur para menteri Kabinet Merah Putih untuk tidak memakai kop kementerian untuk kegiatan pribadi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
3. Mendes Yandri Susanto
Teddy juga dikabarkan pernah menegur para menteri Kabinet Merah Putih untuk tidak memakai kop kementerian untuk kegiatan pribadi.
Beredar kabar imbauan itu disampaikan di grup pesan singkat para menteri. Hal itu dibenarkan salah seorang anggota Kabinet Merah Putih.
"Dalam masa awal jabatan harap berhati-hati dalam membuat surat atas nama/kop/stempel kementerian & tanda tangan menteri, terkait acara pribadi dan menghindari hal-hal yang berpotensi menjadi polemik di masyarakat," bunyi pesan imbauan yang dikonfirmasi sumber CNNIndonesia.com itu.
Imbauan Teddy itu dikeluarkan menyusul adanya Surat undangan haul (peringatan hari wafat) ibu Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandri Susanto kepada kepala desa di Sindangheula, Pabuaran, Serang, dengan kop kementerian viral di media sosial.
Merespons itu, Yandri memastikan tak ada muatan politis dalam kegiatan haul yang diselenggarakannya. Namun, dia mengucapkan terima kasih kepada eks Menko Polhukam Mahfud MD yang menegurnya lewat akun X (Twitter).
Pada acara haul itu, istri Yandri, Ratu Zakiyah, turut mendampingi. Ratu Zakiyah saat itu sedang maju sebagai calon Bupati Serang pada Pilkada 2024. Yandi menegaskan tak ada arahan untuk memilih Ratu.
Mayor Teddy juga sempat tertangkap kamera menegur komika Marshel Widianto yang hendak mengabadikan momen dalam acara Prabowo-Gibran yang kala itu masih berstatus capres dan cawapres yang digelar di Istora Senayan, Rabu, 14 Februari 2024 lalu.
Terdapat cuplikan video di media sosial Mayor Teddy tiba-tiba mendekati panggung dan menghampiri Marshel yang sedang berswafoto bersama Gibran Rakabuming Raka.
Mayor Teddy terlihat menepuk pundak Marshel sambil mengucapkan sesuatu.
Namun tidak diketahui secara pasti apa yang disampaikan Mayor Teddy kepada Marshel. Tampak Mayor Teddy seolah meminta Marshel untuk sedikit menjauh. Marshel pun terlihat menjauh usai ditegur Teddy sambil tersenyum.