Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT Naik Status dari Siaga Jadi Awas
CNN Indonesia
Minggu, 18 Mei 2025 23:48 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT. (ANTARA FOTO/mega tokan)
Dia mengimbau masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana diharapkan mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan deras, khususnya di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan. Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi.
Gunung Lewotobi Laki-laki yang memiliki tinggi 1.584 meter diatas permukaan laut yang berada di Pulau Flores tepatnya di Desa Nurabelen, Kecamatan Ilebura, sepanjang Minggu (18/5) hingga pukul 23.30 Wita tercatat mengalami 14 kali erupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data dari PPGA Lewotobi menyebut 14 kali erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.03 wita dengan semburan 800 meter, pukul 01.20 wita semburan 900 meter, pukul 11.49 wita semburan 800 meter.
Lalu pada pukul 12.09 wita Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi dengan semburan abu vulkanik 2.000 meter, disusul pukul 12.18 wita semburan 3.000 meter, sedangkan pukul 12.46 dan pukul 13.23 wita gunung tersebut erupsi dengan semburan abu vulkanik mencapai 3.500 meter.
Sementara erupsi yang terjadi pada pukul 13.40 wita semburan abu vulkanik mencapai 4.000 meter dan berselang tujuh menit atau pada pukul 13.47 wita gunung tersebut kembali erupsi dengan tinggi semburan material mencapai 5.500 meter di atas puncak.
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki semakin tinggi dengan letusan yang terjadi pada pukul 14.05 wita yang menyemburkan material abu vulkani setinggi 6.000 meter dan aktivitas terus menerus terjadi pada pukul 14.30 wita dengan semburan abu setinggi 4.000 meter.
Tidak berhenti di situ, Gunung Lewotobi kembali alami erupsi pada Minggu (18/5) sore pukul 15.27 wita dan 16.14 wita. Tapi pada dua kali erupsi tersebut tinggi kolom abu tidak teramati oleh PPGA. Dan pada pukul 16.37 wita semburan abu vulkanik mencapai 2.000 meter di atas puncak.
Erupsi terbesar terjadi pada pukul 14.05 wita dengan semburan abu vulkanik mencapai 6.000 meter di atas puncak.
Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (18/5) dinaikkan status dari siaga atau level III ke status awas atau level IV.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro melalui keterangan tertulis, Minggu (18/5) malam.
"Hasil analisis visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, tingkat aktivitas gunung api ini dinaikkan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas)," mengutip laporan khusus perubahan tingkat Gunung Lewotobi Laki-laki yang dikeluarkan Badan Geologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Herman, kenaikan level ke status awas tersebut mulai berlaku Minggu (18/5) pukul 20.00 wita.
Kenaikan level gunung tersebut dari siaga ke awas menyusul adanya kenaikan aktivitas pada Minggu (18/5) siang mulai pukul 11.29 wita hingga pukul 13.47 wita yang mencatat tujuh kali erupsi dengan semburan abu vulkanik antara 3.000 meter hingga 5.500 meter di atas puncak.
"Letusan tersebut menghasilkan kolom erupsi mencapai 3.000 hingga 5.500 meter di atas puncak gunung atau sekitar 7.000 meter dari permukaan laut. Kolom letusan teramati berwarna kelabu pekat dan mengarah ke beberapa titik di sekitar lereng gunung," jelas Herman melalui keterangan tertulis yang dikeluarkan pukul 21.49 wita.
Herman juga mengatakan, saat terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga mengeluarkan suara gemuruh dengan intensitas sedang hingga kuat dan terdengar dari pos pemantauan terdekat.
Dia juga menyampaikan dari data visual menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dan dari hasil pengamatan secara instrumental menunjukkan adanya perubahan pada amplitudo tremor erupsi yang membesar sehingga potensi terjadinya erupsi yang lebih besar dari sebelumnya dapat terjadi.
Bahkan kata Herman, aktivitas erupsi masih terus berlangsung dengan material abu dilaporkan keluar secara menerus melalui hembusan, menunjukkan aktivitas vulkanik yang belum stabil.
"Warga di sekitar gunung diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang serta lembaga pemantauan gunung api," kata Herman yang melaporkan dari PPGA di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.
Herman menyebut pada status awas atau level IV, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius enam kilometer dan sektoral barat-timur laut sejauh tujuh kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat Sekitar Gunung Lewotobi Diminta Waspada Potensi Bencana
Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT. (ANTARA FOTO/mega tokan)
Dia mengimbau masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana diharapkan mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan deras, khususnya di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan. Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi.
Gunung Lewotobi Laki-laki yang memiliki tinggi 1.584 meter diatas permukaan laut yang berada di Pulau Flores tepatnya di Desa Nurabelen, Kecamatan Ilebura, sepanjang Minggu (18/5) hingga pukul 23.30 Wita tercatat mengalami 14 kali erupsi.
Data dari PPGA Lewotobi menyebut 14 kali erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.03 wita dengan semburan 800 meter, pukul 01.20 wita semburan 900 meter, pukul 11.49 wita semburan 800 meter.
Lalu pada pukul 12.09 wita Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi dengan semburan abu vulkanik 2.000 meter, disusul pukul 12.18 wita semburan 3.000 meter, sedangkan pukul 12.46 dan pukul 13.23 wita gunung tersebut erupsi dengan semburan abu vulkanik mencapai 3.500 meter.
Sementara erupsi yang terjadi pada pukul 13.40 wita semburan abu vulkanik mencapai 4.000 meter dan berselang tujuh menit atau pada pukul 13.47 wita gunung tersebut kembali erupsi dengan tinggi semburan material mencapai 5.500 meter di atas puncak.
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki semakin tinggi dengan letusan yang terjadi pada pukul 14.05 wita yang menyemburkan material abu vulkani setinggi 6.000 meter dan aktivitas terus menerus terjadi pada pukul 14.30 wita dengan semburan abu setinggi 4.000 meter.
Tidak berhenti di situ, Gunung Lewotobi kembali alami erupsi pada Minggu (18/5) sore pukul 15.27 wita dan 16.14 wita. Tapi pada dua kali erupsi tersebut tinggi kolom abu tidak teramati oleh PPGA. Dan pada pukul 16.37 wita semburan abu vulkanik mencapai 2.000 meter di atas puncak.
Erupsi terbesar terjadi pada pukul 14.05 wita dengan semburan abu vulkanik mencapai 6.000 meter di atas puncak.