KemenPU Fokus Bangun Bendungan Bagong demi Ketahanan Pangan Trenggalek

Kementerian PU | CNN Indonesia
Kamis, 28 Agu 2025 09:54 WIB
Dengan suplai air yang stabil, Bendungan Bagong akan secara signifikan mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan, terutama pada musim kemarau panjang.
(Foto: arsip Kementerian PU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan pembangunan di Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sebagai wujud komitmen memperkuat ketahanan air dan pangan nasional.

Bendungan Bagong memiliki fungsi utama mengatur aliran Sungai Bagong yang kemudian disalurkan ke Daerah Irigasi di wilayah Trenggalek. Dengan kapasitas tampung mencapai 17,40 juta m3, bendungan ini akan menjadi penyangga utama pasokan air irigasi pada Daerah Irigasi Bagong seluas 977 hektare dan penyuplai air baku, sekaligus pengendali banjir di wilayah setempat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, usai pembangunan fisik bendungan, fokus selanjutnya adalah percepatan pengembangan jaringan irigasi teknis. Menurutnya, hal ini penting untuk mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan jumlah masa panen bagi petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Salah satu contohnya adalah pembangunan bendungan yang kemudian disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier langsung ke lahan pertanian," kata Dody.

Bendungan Bagong ini diharapkan mampu mengalirkan air ke jaringan irigasi secara kontinu, guna menjaga ketersediaan air sepanjang tahun. Dengan suplai air yang stabil, bendungan akan secara signifikan mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan, terutama pada musim kemarau panjang.

"Ketika nanti bendungan mulai mengalirkan air irigasi ke sawah-sawah di Trenggalek, harapannya sederhana, padi tetap hijau meski hujan jarang turun, lumbung-lumbung desa penuh, dan kesejahteraan petani meningkat," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Muhammad Noor.

Selain manfaat irigasi, bendungan multifungsi ini juga berpotensi menyuplai air baku sebesar 153 liter/detik untuk masyarakat di Kecamatan Trenggalek, Pogalan, dan Bendungan.

Kemudian, fungsi lainnya termasuk mengurangi debit banjir Sungai Bagong sebesar 78,44 persen atau setara 85,6 hektare di Kecamatan Pogalan, Gandusari, Bendungan, dan Trenggalek.

Bendungan Bagong dibangun dengan tipe urugan zonal inti tegak setinggi 82 meter dan panjang 678 meter, dan memanfaatkan sumber air dari Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai 39,95 km². Memiliki luas genangan 73,45 hektare, bendungan ini dirancang memberi manfaat tambahan sebagai lokasi pariwisata dan mendukung konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bagong.

Secara administrasi, Bendungan Bagong berada di Desa Sengong dan Sumurup, atau sekitar 10 km dari pusat kota Kabupaten Trenggalek. Pembangunan bendungan yang secara kontrak ditargetkan rampung pada 2028 ini, mulai dikerjakan pada Desember 2018 melalui tiga paket pekerjaan, yakni Paket I yang mencakup pembangunan bendungan utama dengan progres 80,87 persen.

Adapun Paket II dan III meliputi pembangunan bangunan pelimpah, bangunan pengelak, fasilitas operasi, serta infrastruktur pendukung. Paket II telah diselesaikan 100 persen, dan Paket III mencapai 39,39 persen. Secara keseluruhan, progres pembangunan Bendungan Bagong hingga pekan terakhir Agustus 2025 telah mencapai 77,29 persen.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER