Polisi kembali menembakkan gas air mata ke massa ojek online (ojol) yang mengepung Mako Brimob Kwitang, Jakarta usai Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis polisi.
Situasi sempat memanas saat massa melempari batu dan berujung polisi menembakkan gas air mata.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, massa aksi masih berada di kawasan dekat Mako Brimob Kwitang hingga pagi. Mereka bahkan berkumpul dalam jumlah banyak hingga sekitar pukul 08.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan mereka menjadi kelanjutan dari amarah massa pada aksi Kamis (28/9) yang berujung kematian driver ojol bernama Affan Kurniawan.
Di sisi lain, polisi berjaga di depan Mako Brimob dengan peralatan lengkap. Mereka siaga menghadapi amukan massa yang semakin dekat.
Situasi kian panas ketika massa mulai melempari bebatuan dan berbagai alat ke arah polisi. Massa kemudian berhamburan mundur setelah polisi menembakkan gas air mata pada pukul 08.43 WIB.
Massa di area Mako Brimob lantas terurai mundur dan situasi sementara kondusif sejak gas air mata ditembakkan.
Sementara itu, lalu lintas kendaraan di lokasi tersebut tampak tersendat.
Akibat massa yang berkerumun itu, lalu lintas dari arah Salemba dialihkan ke Flyover Senen arah Gunung Sahari.