Bayi 11 Bulan di Petamburan Sesak Nafas Kena Gas Air Mata

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 12:05 WIB
Ilustrasi. Seorang bayi perempuan AQ (11 bulan) menjadi korban dari gas air mata yang diduga ditembakkan aparat dalam kericuhan demo. (iStockphoto/Konstantin Aksenov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang bayi perempuan AQ (11 bulan) menjadi korban dari gas air mata yang diduga ditembakkan aparat dalam kericuhan imbas aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta, Kamis (28/8).

AQ mengalami sesak nafas dan kemudian dibawa ke RS Pelni. Setelah diberi bantuan pernafasan, AQ kemudian diizinkan untuk pulang.

"Bayi itu sebenarnya warga sekitar sini, sekitar Jalan Petamburan, cuma kan karena malam itu banyak gas air mata, jadi mungkin sisa-sisa gas itu masuk ke dalam tuh lewat jendela rumah kan, agak sesak. Tapi bayi itu langsung di bawa IGD, itu kita cuma kasih oksigen, itu sudah membaik lagi," kata VP Corporate Secretary dan Legal PT RS Pelni, Abdul Aziz Purnomo di RS Pelni, Jakarta, Jumat (29/8).

Bayi itu termasuk dari 10 korban terdampak demo yang menjalani rawat jalan.

Aziz mengatakan mayoritas 10 korban terdampak demo itu adalah mereka yang terkena gas air mata.

Selain 10 korban rawat jalan, ada empat korban demo menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.

Keempatnya adalah laki-laki dan masyarakat sipil dengan inisial FER (19 tahun), IJ (20 tahun), UM (30 tahun) dan ROM (40 tahun). Salah satunya adalah pengemudi ojek online.

"Untuk empat korban itu saat ini sedang menjalani terapi rawat inap, kondisi dari 4 korban dalam kondisi saat ini stabil, sadar, dapat berkomunikasi dan juga masih dalam observasi perawatan dari tim dokter di RS Pelni," kata Direktur RS Pelni Laili Fathiyah.

Gelombang unjuk rasa masyarakat di Jakarta memanas dua hari terakhir. Aksi berujung bentrokan antara aparat dan pedemo.

Lemparan batu dan petasan dari pedemo dibalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan water canon.

Belum diketahui berapa total korban dan kerugian dalam kericuhan yang terjadi.

Hingga Jumat (29/8) pagi, bentrok masih berlangsung di sejumlah titik di Jakarta, terutama Markas Brimob yang berada di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.

Massa yang mayoritas pengemudi ojek online mendatangi markas tersebut untuk menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan yang tewas dilindas mobil rantis saat kericuhan terjadi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf buntut insiden itu dan mengaku akan bertanggung jawab.

"Tadi kami menyampaikan belasungkawa dan minta maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi dan tentunya kami juga tadi bertemu dengan lingkungan, ada pengurus masjid, ada (pengurus) RW," kata Sigit dalam konferensi pers di RSCM Jakarta, Jumat (29/8) dini hari WIB.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyebut telah mengamankan tujuh anggota dari satuan Brimob dan dilakukan pemeriksaan. Ia memastikan proses penyelidikan akan berjalan transparan terhadap para pelaku di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya.

"Tujuh (pelaku), pertama berpangkat Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J," kata Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.

(yoa/isn)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Aksi Unjuk Rasa di Berbagai Daerah

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK