Pernyataan Presiden RI ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur soal polisi jujur kembali ramai di media sosial setelah pengemudi ojol Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis Brimob pada Kamis (28/8).
Omongan tersebut sesungguhnya candaan yang dilontarkan Gus Dur saat sedang berbincang santai dengan wartawan di rumahnya, kawasan Ciganjur, pada 2008 tentang moralitas polisi yang dipertanyakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merespons hal itu, Gus Dur berseloroh, "Polisi yang jujur itu cuma tiga. Pak Hoegeng almarhum bekas Kapolri, patung polisi, dan polisi tidur."
Pernyataan tersebut yang kini viral lagi di media sosial setelah Affan yang sedang bekerja, bukan ikut aksi, malah dilindas rantis Brimob.
"Bener kata Pak Gus Dur," cuit salah seorang netizen.
Netizen di X atau Twitter ramai memprotes tindakan brutal aparat kepolisian pada demonstrasi semalam. Beberapa di antara mereka mengaitkan kejadian itu dengan pernyataan Gus Dur.
"Ngeliat kelakuan isilop [polisi] yang makin-makin, setuju banget sama pernyataan Gus Dur," cuit netizen lainnya.
Banyak pula netizen yang mengutip omongan tersebut dan mencuitkannya di media sosial.
Affan meregang nyawa usai dilindas mobil rantis Brimob saat demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (28/8) malam.
Kesaksian kawan Affan menyampaikan bahwa mendiang sedang tidak ikut aksi, melainkan tengah mengantarkan pesanan makanan.
Terpisah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf buntut insiden itu dan mengaku akan bertanggung jawab.
"Tadi kami menyampaikan belasungkawa dan minta maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi dan tentunya kami juga tadi bertemu dengan lingkungan, ada pengurus masjid, ada (pengurus) RW," kata Sigit dalam konferensi pers di RSCM Jakarta, Jumat (29/8) dini hari.
Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyebut telah mengamankan tujuh anggota dari satuan Brimob dan dilakukan pemeriksaan. Ia memastikan proses penyelidikan akan berjalan transparan terhadap para pelaku di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya.
(mnf/chri)