Polri soal Pengusutan Kematian Affan: Tidak Ada yang Ditutup-tutupi

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 15:16 WIB
Mabes Polri mengklaim bakal transparan dalam mengusut kasus driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang tewas akibat dilindas mobil rantis Brimob.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko. (Dok. Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes Polri mengklaim bakal transparan dalam mengusut kasus driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang tewas akibat dilindas mobil rantis Brimob.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pihaknya juga akan melibatkan pihak eksternal dalam pengusutan kasus ini.

"Iya, bakal transparan dan objektif, melibatkan pihak eksternal dan kita tetap luruskan seluruh pihak terkait dengan masalah ini akan kita proses, tidak ada yang kita tutup-tutupi," kata Trunoyudo saat dihubungi, Jumat (29/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Trunoyudo, saat ini tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang ada di dalam mobil rantis telah berada di Divisi Propam Polri untuk pemeriksaan lanjutan.

"Hasil konfirmasi Kadiv Propam bahwa tujuh orang anggota brimob itu sekarang sudah di Divpropam Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan," ucap dia.

Pengemudi ojol Affan Kurniawan menjadi korban dalam aksi unjuk rasa di gedung DPR yang berujung ricuh, Kamis (28/8). Affan tewas dilindas mobil rantis yang berjalan kencang di tengah kerumunan massa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf buntut insiden itu dan mengaku akan bertanggung jawab.

"Tadi kami menyampaikan belasungkawa dan minta maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi dan tentunya kami juga tadi bertemu dengan lingkungan, ada pengurus masjid, ada (pengurus) RW," kata Sigit dalam konferensi pers di RSCM Jakarta, Jumat (29/8) dini hari WIB.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyebut telah mengamankan tujuh anggota dari satuan Brimob dan dilakukan pemeriksaan. Ia memastikan proses penyelidikan akan berjalan transparan terhadap para pelaku di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya.

"Tujuh (pelaku), pertama berpangkat Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J," kata Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.

(dis/ugo)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER