PBNU: Kami Mengajak Masyarakat Lebih Tenang

CNN Indonesia
Sabtu, 30 Agu 2025 21:34 WIB
Ketum PBNU Yahya Cholil menyebut pertemuan ormas Islam dengan Prabowo membahas permasalahan bangsa hari-hari ini, masyarakat diminta tenang.
Ketum PBNU Yahya Cholil menyebut pertemuan ormas Islam dengan Prabowo membahas permasalahan bangsa hari-hari ini, masyarakat diminta tenang. (Foto: CNN Indonesia /Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkap isi pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan 16 ormas Islam di Hambalang sore ini, Sabtu (30/8).

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pertemuan itu membahas permasalahan bangsa, khususnya hari-hari ini.

"Kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang," kata Yahya usai pertemuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, bakal antara pertemuan lanjutan antara Prabowo dengan ormas-ormas Islam di Istana Negara.

"Mudah-mudahan di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan dari tubuh umat Islam di Indonesia ini," pungkasnya.

Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan 16 organisasi masyarakat (ormas) Islam ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (30/8).

Pertemuan ini bertujuan membahas berbagai tantangan kebangsaan dan mencari cara efektif untuk menjaga situasi tetap kondusif, di tengah gelombang demonstrasi yang memanas di sejumlah kota.

Informasi ini diungkap oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII), Nasrullah Larada. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari ormas-ormas besar, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), al-Irsyad, Persatuan Islam, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Nasrullah menilai pertemuan dengan Presiden sebagai sinyal yang sangat positif. Menurutnya, dialog dan silaturahmi antar-elemen bangsa menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan.

"Di saat suasana memanas, justru komunikasi dan silaturahmi antarelemen bangsa harus kita perkuat," kata Nasrullah, seperti dilansir Antara, Sabtu (30/8).

"Keluarga Besar PII percaya bahwa jalan dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan setiap permasalahan bangsa, bukan dengan aksi anarkis dan vandalisme yang justru merugikan kita semua," tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo mengajak seluruh ormas Islam untuk bersama-sama menjaga stabilitas sosial. Nasrullah pun menyatakan dukungannya dan mengimbau seluruh kader PII, generasi muda, dan masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh hasutan yang dapat memecah belah bangsa.

Aksi massa di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, dan Yogyakarta memanas setelah bentrokan dengan aparat kepolisian. Protes yang awalnya terkait penolakan tunjangan rumah anggota DPR RI, kini terpusat pada insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol), yang dilindas kendaraan taktis Brimob.

(pta)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER