Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fatur Rahman mengatakan proses pencarian terhadap dua wisatawan warga negara Spanyol korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT diperpanjang selama tiga hari.
Perpanjangan tersebut terhitung Senin (5/1) hingga Rabu (7/1) dengan mengerahkan 160 personil gabungan dari Basarnas Maumere dan Labuan Bajo, Ditpolairud Polda NTT dan Polres Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, dan KSOP Labuan Bajo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya betul, betul, rencana (diperpanjang) tiga hari sampai tanggal 7 Januari," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fatur Rahman yang dihubungi CNN Indonesia.com Minggu (4/1) sore.
Dia pun mengungkapkan alasan perpanjangan proses pencarian tersebut karena tim berhasil menemukan satu korban pada Minggu (4/1) pagi, sehingga ada kemungkinan untuk menemukan dua korban lain yang masih hilang.
"Kalau terkait alasan dilakukan perpanjangan karena dengan ditemukannya satu korban berarti ini tanda-tanda diketemukannya korban (lain) ada," ujarnya.
"Ditemukan (korban) di hari ketiga, makanya kita perpanjang, jika tidak ditemukan di hari ketiga ini maka operasi kita nyatakan selesai," sambungnya.
Menurutnya personil yang dikerahkan untuk proses.pencarian pun ditambah dari 153 orang menjadi 160 orang yang ikut dalam operasi SAR tersebut.
Dia mengatakan faktor cuaca yang sering berubah di sekitar lokasi pencarian menjadi salah satu kendala tim gabungan dalam melakukan upaya pencarian korban yang masih hilang.
"Yang kedua adalah arus (laut) itu sendiri," jelasnya.
Ia menerangkan sampai dengan Minggu siang bangkai kapal KM. Putri Sakina belum juga ditemukan. Sehingga pencarian masih tetap dilakukan.
Pihaknya juga akan memperluas area pencarian. Menurutnya area pencarian akan ditambah lima nauticalmile dari area pencarian saat ini.
"Kita perluas lagi area pencarian, kita tambah lagi kurang lebih lima nauticalmile dari pencarian sebelumnya," kata Fatur Rahman.
Dengan ditemukannya satu korban pada Minggu (4/1) maka saat ini korban meninggal akibat kapal KM. Putri Sakina yang tenggelam di Selat Padar menjadi dua orang, dan dua masih dinyatakan hilang serta tujuh orang selamat.
Sebelumnya, kapal wisata KM. Putri Sakina yang mengangkut 11 penumpang terdiri dari empat ABK dan tujuh penumpang di antaranya enam warga negara asing asal Spanyol dan satu pemandu wisata warga negara Indonesia tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12) malam.
Sesaat setelah tenggelam tim gabungan langsung melakukan prosss evakuasi terhadap tujuh korban selamat dan empat orang dinyatakan hilang dan saat dalam proses pencarian.
Dari proses pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban pada Senin (29/12) dalam keadaan meninggal dunia.
Korban meninggal tersebut beridentitas perempuan warga negara asing asal Spanyol. Kemudian, pada Minggu (4/1) tim kembali berhasil menemukan satu lagi korban meninggal, sehingga masih ada dua korban yang adalah wisatawan asal Spanyol yang dinyatakan hilang.
Untuk mempermudah pencarian tiga korban yang masih hilang, Polri menggunakan sonar sistem dan drone bawah air.
(ely/dmi)