Debu Pekat dari Lumpur Kering Ancam Kesehatan Warga di Aceh Tamiang

CNN Indonesia
Selasa, 06 Jan 2026 05:10 WIB
Penyintas banjir di Aceh Tamiang kini dihadapkan dengan persoalan baru yaitu debu dari lumpur yang sudah mengering di sepanjang jalan protokol.
Penyintas banjir di Aceh Tamiang kini dihadapkan dengan persoalan baru yaitu debu dari lumpur yang sudah mengering di sepanjang jalan protokol. CNN Indonesia/Dani
Banda Aceh, CNN Indonesia --

Penyintas banjir di Aceh Tamiang kini dihadapkan dengan persoalan baru yaitu debu dari lumpur yang sudah mengering di sepanjang jalan protokol.

Pantauan CNNIndonesia.com pada akhir pekan lalu, sepanjang perjalanan dari Simpang Opak, Kecamatan Karang Baru ke Kecamatan Kuala Simpang yang melewati hunian sementara (huntara) hingga pusat perkantoran di Aceh Tamiang dipenuhi debu tebal sepanjang jalan.

Bahkan di waktu tertentu seperti sore hari jarak pandang hanya sekitar 50 meter hal ini diperparah dengan aktivitas kendaraan yang lalu lalang membuat material lumpur kering terangkat ke udara dan mengganggu jarak pandang serta pernapasan pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini jadi ancaman serius bagi kesehatan warga Aceh Tamiang. Warga yang berada di luar yang melewati setiap jalan protokol terpaksa menggunakan masker berlapis untuk meminimalisir dampak buruk terutama mencegah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Sepanjang jalan juga terlihat aparat Polri dan TNI menyiram jalan-jalan protokol yang dipenuhi debu pada pagi hari. Hanya saja, menjelang siang jalan-jalan protokol itu kembali berdebu.

Seorang warga Karang Baru, Ilham mengaku debu-debu ini muncul setelah lumpur yang menutupi jalan tidak dipindahkan ke tempat lain dan hanya dibiarkan di pinggir jalan. Sehingga saat mengering menjadi debu.

"Sejak 21 Desember lumpur di sini sudah kering jadinya berdebu, di siram pun tidak bisa, memang harus dipindahkan (sisa lumpur)," kata Ilham kepada CNNIndonesia.com, Minggu (4/1).

Di sejumlah titik khususnya dekat Huntara di Simpang Opak, sejumlah alat berat juga terlihat melakukan pembersihan lumpur di pinggir jalan. Namun di kawasan Kuala Simpang alat berat pembersih lumpur masih minim.

Data dari Dinas Kesehatan Aceh update (3/1) penyakit ISPA masih mendominasi penyintas bencana di seluruh Aceh jumlahnya sudah mencapai 17.260 kasus sementara penyakit kulit 13.627 kasus. 

(dra/gil)


[Gambas:Video CNN]