Mabes TNI Buka Suara soal Keberadaan 3 Prajurit di Sidang Nadiem

CNN Indonesia
Selasa, 06 Jan 2026 11:25 WIB
Tiga prajurit TNI di sidang Nadiem itu ditegur hakim karena berdiri di depan kursi pengunjung sidang, tepat di pintu kecil akses keluar-masuk pihak berperkara.
Mabes TNI buka suara soal keberadaan tiga prajurit dalam persidangan Nadiem Makarim. CNN Indonesia/Adi Ibrahim
Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes TNI buka suara soal keberadaan tiga prajurit dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada program digitalisasi pendidikan tahun 2019-2022 dengan terdakwa Nadiem Makarim di PN Tipikor, Jakarta, Senin (5/1).

Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan keberadaan tiga anggota TNI di ruang sidang tersebut tidak terkait dengan perkara yang sedang disidangkan.

Ia mengatakan kehadiran itu semata-mata menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu berdasarkan MoU antara TNI dan Kejaksaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serta adanya permintaan pengamanan dari Kejaksaan kepada TNI, hal tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang Perlindungan Negara Terhadap Jaksa Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Kejaksaan RI, pada Pasal 4 huruf b, perlindungan negara tersebut dilakukan oleh TNI," kata Aulia saat dihubungi, Selasa (6/1).

Ia menegaskan TNI tetap menghormati independensi peradilan, bersikap netral, profesional, dan tidak terlibat dalam proses hukum perkara tersebut.

Sebelumnya, kehadiran TNI di ruang sidang sempat mendapat perhatian majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara Nadiem.

Hakim menegur tiga orang prajurit TNI karena berdiri di depan kursi pengunjung sidang atau tepat di pintu kecil akses keluar-masuk pihak berperkara.

Peristiwa itu bermula saat pengacara Nadiem, Dodi Abdul Kadir, sedang membacakan poin-poin keberatan atau eksepsi atas surat dakwaan jaksa.

Ketika eksepsi akan dilanjutkan ke tim pengacara Nadiem yang lain, ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah menginterupsi jalannya persidangan.

"Sebelum dilanjutkan, ini rekan TNI dari mana ya?" tanya hakim.

Hakim meminta prajurit TNI yang hadir di ruang persidangan untuk menyesuaikan posisi berdiri supaya tidak mengganggu kerja jurnalis dan pengunjung sidang lainnya.

"Mungkin bisa ambil posisi jangan berdiri di situ pak, karena mengganggu kamera. Bisa menyesuaikan pak, bisa mundur. Nanti pada saat ditutup baru maju karena terganggu juga yang dari belakang, bisa menyesuaikan ya pak," lanjut hakim.

Tiga prajurit TNI itu pun akhirnya mundur dan mengambil posisi di belakang dekat pintu keluar-masuk ruang persidangan.

(yoa/gil)


[Gambas:Video CNN]