Heboh Lubang 'Jalan ke Mekkah' di Gunung Jati, Ini Fakta Sebenarnya

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Jan 2026 19:35 WIB
Ilustrasi. Lubang di Gunung Jati dianggap bisa tembus ke Mekkah. (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kompleks Pemakaman Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Cirebon, mendadak riuh. Sebuah lubang persegi berpagar besi merah menjadi pusat perhatian setelah narasi mistis yang menyebutnya sebagai "jalan pintas" menuju Mekkah viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @reset.feeds, seorang pemandu tampak menjelaskan kepada kerumunan peziarah bahwa lubang berisi tumpukan batu alam dan taburan bunga itu adalah akses gaib yang pernah digunakan sang Wali.

Namun, kabar burung tersebut segera ditepis oleh otoritas setempat. Nasirudin, Juru Kunci (Jeneng) Kompleks Pemakaman Sunan Gunung Jati, menegaskan bahwa narasi tersebut tidak memiliki dasar sejarah maupun logika yang benar.

"Ini yang kemarin viral itu sebenarnya salah total. Cerita bahwa tempat itu tembus ke Mekkah, atau seperti lorong gaib, itu tidak benar," ujar Nasirudin saat ditemui di lokasi, Sabtu (10/1), Mengutip Detik.

Nasirudin menyayangkan munculnya informasi menyesatkan tersebut. Menurutnya, kegaduhan ini dipicu oleh oknum pemandu ziarah yang tidak memiliki pemahaman sejarah yang utuh dan belum kompeten.

Ia mengimbau masyarakat dan peziarah untuk tidak mudah percaya pada klaim mistis yang tidak berdasar. Nasirudin menyarankan agar pengunjung hanya berkomunikasi dengan petugas resmi yang mengenakan pakaian adat.

"Yang memviralkan itu pemandu yang masih belajar. Tanyakan langsung kepada juru kunci supaya tidak terjadi salah kaprah sejarah. Petugas resmi kami siaga 24 jam," tegas pria yang membawahi 121 pengurus makam tersebut.

Selain soal lorong ke Mekkah, Nasirudin juga meluruskan istilah 'Puser Bumi' yang sering dikaitkan dengan lokasi lubang tersebut. Banyak masyarakat mengartikannya secara harfiah sebagai lubang yang menembus jantung bumi.

"Puser Bumi itu bukan pusat dunia, melainkan titik nol dari perbukitan di Astana Gunung Jati. Jadi, bukan lubang yang menembus jantung bumi, apalagi lorong ke Mekkah," jelasnya.

Ia menekankan bahwa para Wali dalam menyebarkan Islam selalu mengedepankan syariat dan akal sehat, bukan ajaran yang di luar nalar manusia. Lokasi tersebut sejatinya adalah tempat spiritual untuk bermunajat dan beristikamah guna mendapatkan ketenangan batin.

Meski narasi tersebut menyedot perhatian besar, tidak semua peziarah menelan mentah-mentah cerita mistis yang beredar. Haryadi (49), seorang peziarah asal Kecamatan Plumbon, mengaku skeptis dengan keberadaan lorong lintas negara tersebut.

"Secara logika, ruang sempit begitu tembus ke mana kita tidak tahu. Apakah itu lubang biasa atau saluran air," kata Haryadi.

Meski demikian, ia tetap menghargai kesucian lokasi tersebut sebagai bagian dari situs religi. "Karena ini berkaitan dengan Wali, saya tetap menghormati. Kembali ke pribadi masing-masing," pungkasnya.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK