Pramono Bakal Undang Bang Yos Saat Bongkar Tiang Monorel Mangkrak

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 08:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos untuk menyaksikan pembongkaran tiang monorel. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 98 tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akan dibongkar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos untuk menyaksikan pembongkaran yang dijadwalkan di mulai Rabu (14/1) mendatang.

Pramono menceritakan Bang Yos memiliki beban tersendiri lantaran proyek mangkrak monorel ini. Itu sebabnya, Pramono ingin Bang Yos menyaksikan langsung pembongkaran tiang-tiang monorel itu agar lebih tenang.

"Minggu depan ini monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004 kita bongkar. Dan saya berharap Bang Yos supaya tidurnya bisa lebih nyenyak karena monorel itu rupanya bagi beliau menjadi beban pribadi," ucap Pramono saat menghadiri acara ziarah makam pahlawan Mohammad Husni Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).

Pramono menegaskan bakal melanjutkan hal-hal baik dari eks Gubernur DKI Jakarta.

"Bapak-Ibu, Saudara-saudara sekalian, saya sebagai gubernur berkali-kali ditanya apa sih yang mau saya kerjakan? Saya selalu mengatakan sederhana, saya akan melanjutkan hal-hal baik dari gubernur sebelumnya," ujar Pramono dalam sambutannya.

Pembangunan monorel dimulai pada 2004. Saat itu Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemasangan tiang pancang pertama di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, pada 14 Juni 2004. Dia menekan tombol sirene sekitar pukul 10.30 WIB.

Gubernur Jakarta pada saat itu dijabat Sutiyoso. Pada 2008, pengembang sekaligus investor proyek ini, yakni PT Jakarta Monorail (PT JM), dikabarkan pening bukan kepalang karena masalah pendanaan.

Tiang-tiang yang kadung dibangun mangkrak menjadi monumen nirfaedah. Nilai proyeknya mencapai USD 450 juta. PT JM mengaku tidak mampu memenuhi syarat investasi USD 144 juta.

Pada kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo pada 2011, pembangunan proyek monorel dihentikan. Pihak PT JM minta ganti biaya investasi Rp 600 miliar, tapi Foke menolak. Saat itu Pemprov DKI hanya akan membayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk proyek pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said. Pramono menegaskan dana tersebut tidak hanya digunakan untuk membongkar tiang semata.

"Dan tentunya saya juga ingin meluruskan dalam kesempatan ini, Rp 100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar (tiang monorel)," kata Pramono.
Ia menambahkan, anggaran tersebut juga digunakan untuk penataan jalan dan trotoar.

"Tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya Rp 100 miliar. Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar kecil bangetlah," tegasnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari untuk menghindari kepadatan lalu lintas, khususnya saat jam pulang kantor. Langkah ini diambil agar proses pembongkaran tidak mengganggu arus kendaraan di ruas jalan terdampak.

"Ya otomatis akan pembongkarannya malam hari. Window time-nya itu. Tapi rencananya dari kapan sampai kapan, berapa lama, itu nanti dengan teman-teman Dinas Bina Marga yang eksekusi," kata Syafrin di Balai Kota Jakarta.

Syafrin menegaskan tidak akan ada penutupan jalan selama proses pembongkaran tiang monorel. Dishub akan melakukan pengaturan dan pengalihan lalu lintas dengan memanfaatkan jalur lambat untuk penempatan alat berat, sementara jalur cepat tetap berfungsi.

"Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat, sementara jalur cepat tetap berfungsi," ujarnya.

Menurut Syafrin, skema pengaturan lalu lintas tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan instansi terkait. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang karena tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran berlangsung.

"Oleh sebab itu, tidak ada penutupan jalan. Yang ada penggunaan jalur lambat untuk penempatan alat berat pada saat pelaksanaan pembongkaran," jelasnya.
Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta Dinar Wenny mengatakan target pembongkaran rampung pada September 2026.

"Jumlah tiang monorel yang akan dibongkar sebanyak 98 tiang," ujar Dinar kepada wartawan, Minggu.

Setelah pembongkaran, kawasan Jalan HR Rasuna Said akan ditata ulang. Trotoar jalan juga akan rapikan termasuk infrastruktur pendukung lainnya.

"Setelah pembongkaran, nantinya akan ada penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said diantaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan penyesuaian elemen pendukung agar lebih aman dan nyaman, termasuk di dalamnya yaitu peningkatan penerangan jalan umum," jelasnya.

Baca selengkapnya di sini.

(isn/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK