Sungai Cidurian Meluap, Ratusan Rumah di Cikande Tangerang Terendam

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 01:06 WIB
Banjir melanda Perumahan Taman Cikande, Tangerang, dengan ketinggian air ada mencapai 2 meter akibat luapan Sungai Cidurian pada Selasa malam ini.
Salah satu titik di Perumahan Taman Cikande, Tangerang yang kebanjiran pada Selasa malam ini. (CNNINdonesia/Dody Wahyudi)
Tangerang, CNN Indonesia --

Ratusan rumah di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir hingga ada yang setinggi 2 meter, Selasa (13/1).

Banjir itu terjadi akibat meluapnya Sungai Cidurian pada Selasa malam.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, ketinggian banjir yang merendam permukiman tersebut bervariasi antara 70 sentimeter hingga 2 meter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Blok bagian belakang menjadi titik terparah karena berdekatan langsung dengan aliran sungai.

Tingginya debit air Sungai Cidurian membuat tanggul setinggi sekitar satu meter tak mampu membendung derasnya limpasan air bah.

Akibat banjir tersebut, memaksa banyak warga untuk mengungs--termasuk ke rumah sanak saudaranya.

Sejumlah warga terpaksa membuat perahu darurat dari bambu dan galon untuk mempermudah mobilitas dan proses evakuasi warga terdampak.

Seorang warga, Radiani (57) mengatakan, banjir luapan Sungai Cidurian itu merendam ratusan rumah yang berada di lima RT dan dua RW di perumahan tersebut.

"Dalam dua minggu ini sudah tiga kali banjir. Di bagian belakang perumahan, ketinggian air hampir dua meter," ujar Radiani, Selasa malam.

Ia menjelaskan, Perumahan Taman Cikande merupakan wilayah langganan banjir akibat luapan Sungai Cidurian yang sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

"Jadi banjir di sini itu banjir kiriman, karena meski pun enggak hujan, tetap banjir kalau sungainya meluap," jelasnya.

Saat diwawancara, Radiani menyebu belum ada bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk logistik maupun peralatan evakuasi seperti perahu karet.

"Yang paling dibutuhkan saat ini perahu, makanan, dan obat-obatan. Sampai sekarang belum ada bantuan," tuturnya.

(dod/kid)


[Gambas:Video CNN]