Cuaca Ekstrem, Semua Kapal di Labuan Bajo Dilarang Berlayar
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo resmi menutup sementara Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk seluruh jenis kapal, mulai dari kapal wisata hingga speed boat.
Larangan ini berlaku mulai Rabu (14/1) hingga Minggu (20/1), sebagai antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan pelayaran.
Keputusan penutupan SPB berdasarkan maklumat pelayaran terbaru Nomor 06/MP-I/2026 yang mengacu pada data prakiraan cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang, serta laporan dari pos darat dan kapal-kapal yang beroperasi di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gelombang capai 1,2 meter
Data BMKG yang diterbitkan oleh prakirawan Dyah Safitri Maharani menunjukkan kondisi perairan Labuan Bajo pada 14-15 Januari 2026 cukup menantang.
Tinggi gelombang signifikan mencapai 0,80 hingga 1,20 meter masuk kategori rendah hingga sedang dengan arah angin dominan dari Barat (W) dan Barat Laut (NW) yang berhembus dengan kecepatan 6-13 knot, bahkan bisa mencapai 23 knot pada saat angin kencang.
"Suhu udara berkisar 25-27 derajat Celsius dengan kelembapan udara yang tinggi, antara 86-92 persen, dan visibilitas fluktuatif dari 6 hingga 10 km," tulis data prakiraan yang diterima CNNIndonesia.com , Rabu (14/1).
Periode 15-17 Januari 2026 diperkirakan kondisi sedikit membaik, meskipun angin masih bisa bertiup kencang hingga 25 knot.
Tinggi gelombang signifikan berkisar 0,40-0,80 meter, dengan visibilitas yang lebih stabil di angka 7-10 km dan suhu udara 25-28 derajat celsius.
Sementara itu, prakiraan cuaca pelabuhan Taman Nasional Komodo (TN Komodo) menunjukkan kondisi yang lebih tenang.
Tinggi gelombang signifikan hanya mencapai 0,20-0,40 meter (kategori tenang), dengan visibilitas tetap baik di angka 10 km.
Suhu udara berkisar 27-28 derajat celsius dan kelembapan udara 76-87 persen, dengan arah angin sebagian besar dari Barat Laut (NW).
KSOP Labuan Bajo mengeluarkan beberapa instruksi penting bagi seluruh pihak terkait pelayaran, di antaranya nakhoda kapal wajib memastikan kelayakan kapal dan segera mencari tempat berlindung jika cuaca memburuk, segera berbagi informasi mengenai kondisi bahaya cuaca dengan kapal lain di sekitarnya.
Kemudian, kapal yang sedang di laut disarankan menyesuaikan rute, melakukan labuh, atau mengikat kapal di area yang terlindung dari gelombang dan arus kuat.
"Lakukan koordinasi dengan syahbandar dan Badan SAR Nasional (Basarnas) jika menghadapi situasi darurat akibat cuaca," tulis KSOP.
Pelayaran akan kembali dibuka setelah BMKG mengumumkan bahwa kondisi cuaca dan perairan telah aman untuk aktivitas pelayaran.
[Gambas:Video CNN]