Istana Ungkap Diskusi Prabowo dengan Para Akademisi di Istana
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap topik diskusi Presiden Prabowo Subianto dengan 1.200 akademisi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).
Pras menyampaikan forum diskusi hari ini merupakan bentuk komunikasi Prabowo kepada pemangku kepentingan.
Ia mengatakan pemerintah menjadikan pertemuan ini sebagai momen untuk berdiskusi sekaligus memberikan update perkembangan dan kondisi bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingkatkan dana riset
Pras menyampaikan salah satunya Prabowo mengambil keputusan meningkatkan dana riset di perguruan tinggi hingga 50 persen.
"Dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya 8 triliun, itu setara dengan 0,34 persen dari APBN kita dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar 4 triliun," kata Pras usai pertemuan.
Pras menyampaikan langkah itu diharapkan dapat memperkuat riset bagi seluruh universitas termasuk bekerjasama dengan BRIN.
Ia pun menyatakan bahwa Prabowo memberikan penegasan bahwa riset-riset tersebut diutamakan untuk mengejar swasembada pangan, energi, hingga mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi.
Tambah beasiswa
Selain itu, Pras menyampaikan Prabowo juga meminta Kemendikti Saintek memperbesar penerima manfaat beasiswa di Indonesia.
Pras mengatakan saat ini ada sekitar 9,9 juta mahasiswa yang tengah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
"Yang sudah mendapatkan beasiswa dalam berbagai bentuk, salah satunya misalnya KIP yang baru 1,1 juta penerima," ujar dia.
"Bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," imbuhnya.
Solusi kekurangan dokter
Pras menyampaikan forum itu juga membahas upaya bersama dalam mengatasi kekurangan profesi dokter di Indonesia.
Ia menjelaskan salah satu kebijakan mengatasi itu ialah memperbesar tingkat penerimaan jumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Lalu, Pras menyampaikan pemerintah juga berencana membangun kampus baru khusus kedokteran.
"Ya itu tadi yang saya sampaikan itu. Jadi dalam program itu akan direncanakan full scholarship, artinya berbeasiswa penuh gitu," ujar dia.
Terbuka dengan kritik
Pras menyatakan pemerintah terbuka menerima kritik daricivitasakademika.
Pras mencontohkan salah satunya ialah UGM yang menyampaikan policy brief seusai pertemuan tersebut.
"Sangat terbuka," kata Pras.
Selain hari ini, Pras menyampaikan selama ini UGM memang kerap menyampaikan masukan ke pemerintah.
"Usulan dari Universitas Gadjah Mada untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dan kami rutin menerima tidak hanya dari UGM," ucapnya.
Selain itu, Pras menyampaikan pemerintah juga kerap berkoordinasi dan berdiskusi dengan civitas akademika.
Pras menyebut hal itu merupakan salah saluran dalam menyampaikan pendapat, sekaligus ajang pemerintah dalam menyerap aspirasi.
(fra/fra)[Gambas:Video CNN]

