Peran Arman, 'Warlok' yang Bantu Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500
Seorang warga lokal bernama Arman menjadi salah satu sosok penting dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Arman dipercaya memimpin personel SAR untuk mencari korban pesawat ATR 42-500. Pria 38 tahun itu dipercaya menjadi pemimpin karena lebih mengenali jalur terjal di Bulusaraung.
Arman pula yang kali pertama menemukan korban berjenis kelamin laki-laki di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter pada Minggu (18/1). Arman kemudian dipercaya memandu tim SAR pada hari ketiga pencarian atau Senin (19/1).
Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan peran Arman sangat penting dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh.
"Memang ini jalur ekstrem yang akan kita lalui. Saya sampaikan jalur ekstrem, nanti kita dipandu sama masyarakat, Pak Arman," ujar Andi dikutip dari detik.
Sementara Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menyebut Arman menjadi salah satu penunjuk jalan. Andre mengungkapkan Arman sudah sering menjelajah jalur Gunung Bulusaraung.
"Pak Arman, beliau lah salah satu penunjuk jalan. Pak Arman sama Polhut yang sudah sering masuk ke dalam," ujar Andre.
Pesawat ATR 42-500, yang membawa 10 persons on board/POB, dilaporkan hilang kontak (lost contact) saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1). Lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan berdekatan dengan posko Basarnas terdekat.
Hingga kemarin, Senin (19/1), operasi SAR sudah menemukan dua korban. Korban pertama berkelamin laki-laki yang ditemukan 200 meter dari puncak, dan korban kedua berkelamin perempuan yang ditemukan 500 meter dari puncak.
Lengkapnya baca di sini.
(har)