Rajiv Serahkan PIP dan KIP bagi Anak-anak Korban Longsor Cisarua
Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Rajiv menyerahkan bantuan tunai pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) kepada anak-anak korban terdampak bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Jumat (6/3).
Dalam kegiatan berbuka puasa bersama korban longsor di Cisarua, Rajiv menyampaikan komitmen untuk membantu anak-anak terdampak bencana.
"Di sini yang terdampak korban, anak-anak sekolah SD, SMP dan SMA ini dapat PIP dari saya, masukin semuanya ke PIP sampai sekolahnya tuntas. Jadi bener-bener yang terdampak bencana, apalagi kalau anak ini yatim piatu. Saya minta didata sehingga bisa mendapatkan program itu," kata Rajiv.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Rajiv meminta kepala desa agar melakukan pendataan terhadap anak-anak korban guna mendapatkan PIP. Ia menegaskan akan membantu sampai tuntas pendidikan anak korban terdampak yang kehilangan orang tuanya atau yatim piatu.
"Khusus anak-anak apalagi anak yatim piatu, bila perlu sampai dapat KIP (Kartu Indonesia Pintar). Sekolah dari SD, SMP, SMA sampai KIP," ujar anggota Komisi IV DPR RI itu.
Rajiv menjelaskan, dirinya ingin memastikan pendidikan anak-anak korban bencana tetap berjalan. Setidaknya, satu persoalan utama keluarga korban dapat diselesaikan terkait pendidikan anak-anak.
"Minimal satu masalah sekolahnya selesai, tinggal kita pikirkan lagi masalahnya bersama-sama pemerintah daerah dan kementerian lain," katanya.
Di samping itu, Rajiv juga ingin mendengarkan langsung kondisi para kelompok tani yang terdampak bencana longsor di Pasirlangu. Menurut dia, banyak petani holtikultura di lokasi longsor yang kehilangan lahan maupun sumber penghasilan penghidupan.
"Saya hadir juga ingin bertemu para kelompok tani yang terdampak. Bagaimana para kelompok tani yang terdampak ini bisa kita hidupkan kembali lagi, tapi dengan catatan bukan di lahan yang kemarin," tutur Rajiv.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemilik tanah lokasi disebut sedang mempertimbangkan pemindahan relokasi lahan pertanian. Nanti setelah lokasi baru ditetapkan oleh pemerintah daerah, Rajiv memastikan pihaknya siap membantu memenuhi kebutuhan para petani holtikultura agar dapat kembali menjalankan usaha pertaniannya.
"Nanti kalau lahannya sudah ditetapkan oleh provinsi atau kabupaten, tugas kami untuk menurunkan apa yang dibutuhkan oleh para petani holtikultura ini. Sehingga petani holtikultura ini bisa hidup kembali, bisa melanjutkan hidupnya, bisa membiayai keluarganya lagi," ucapnya.
Selain itu, Rajiv menyoroti potensi bencana alam yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Bandung Barat, yang salah satunya akibat alih fungsi lahan. Ia mengungkapkan kawasan yang saat ini ditanami holtikultura sebelumnya merupakan hutan pinus yang memiliki fungsi penting dalam menyerap air. Ketika pohon-pohon tersebut ditebang, kata dia, risiko bencana menjadi lebih besar.
"Bandung Barat potensi bencana banyak sekali karena alih fungsi lahan. Jadi memang penyebab utamanya alih fungsi lahan. Ini dulu awalnya kan hutan pinus, ditebang dikasih holtikultura, akhirnya tidak ada akarnya, tidak ada penyerap airnya, itu masalahnya ada di sana sebenarnya," katanya.
"Saya ucapkan turut berduka cita yang kehilangan sanak saudara. Ke depan, sama-sama kita mengurus bagaimana masa depan anak-anak yatim yang ditinggalkan keluarga terus bisa tuntas sekolahnya," pungkas Rajiv.
(rea/rir)[Gambas:Video CNN]