Sempat Aktif, Titik Koordinat Smartwatch Kopilot ATR Masih Dilacak
Tim cyber crime kepolisian masih berusaha melacak temuan smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan masih menunjukkan aktivitas setelah kecelakaan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
"Sementara tim juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kami sudah koordinasi bahwa pihak pacar kopilot ini telah melaporkan ke Cyber Crime polda untuk dilakukan pelacakan koordinat terakhir," kata Staf AMC Basarnas, Arman Amiruddin kepada wartawan, Selasa (20/1).
Berdasarkan laporan awal yang diterima, smartwatch tersebut mencatat adanya aktivitas langkah. Pada Minggu pagi sekitar pukul 06.53 WITA, tercatat seribu langkah, kemudian meningkat hingga 13 ribu langkah pada pukul 05.33 WITA.
Meski demikian, Arman menegaskan bahwa pihak Basarnas belum dapat memastikan apakah data tersebut menandakan adanya tanda kehidupan.
"Untuk memastikan yang beredar, kami belum bisa memastikan bahwa ini hidup atau bagaimana. Kami tidak bisa mengatakan itu ada tanda kehidupan," tegasnya.
Arman menerangkan bahwa handphone yang ditemukan bersama barang milik korban sebelumnya dalam kondisi terkunci sehingga tidak dapat diakses langsung oleh tim di lapangan.
Oleh karena itu, kata Arman Basarnas membuat surat pernyataan agar perangkat tersebut dapat dibawa ke Makassar untuk dibuka.
"Setelah dibuka, barulah pihak pacarnya menyampaikan adanya aktivitas. Namun tim kami yang turun langsung ke lokasi dan yang menemukan barang ini tidak mendengar adanya permintaan tolong atau suara apa pun," jelasnya.
Bahkan, menurut Arman tim SAR gabungan yang menuruni tebing serta sekitar sepuluh personel yang bermalam di atas lokasi kejadian juga tidak mendapati adanya suara atau tanda permintaan bantuan.
"Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan. Tapi dilihat dari data itu, ada pergerakan. Namun untuk memastikan itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa memastikan," ungkapnya.
Saat ini, Basarnas masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polda Sulsel terkait koordinat terakhir smartwatch tersebut aktif. Data itu nantinya akan diolah dan dikirimkan kepada tim SAR yang berada di puncak gunung untuk dijadikan acuan pencarian lanjutan.
"Sambil menunggu laporan dari Cyber Crime, kami menunggu koordinat terakhir yang on supaya tim bisa menuju ke titik tersebut," pungkasnya.
(mir/gil)