Dua Korban Pesawat ATR Tiba di RS Bhayangkara Makassar

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 09:36 WIB
Dua korban yang ditemukan dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi dari Gunung Bulusaraung dan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar, Rabu pagi ini. (Foto: CNN Indonesia/Ilham)
Makassar, CNN Indonesia --

Jenazah dua korban yang ditemukan dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi dari puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dan telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Terbaru, jenazah korban kedua berhasil dibawa ke RS Bhayangkara pagi ini setelah proses evakuasi dari dasar jurang ke punggungan Lampeso, Selasa (20/1)

"Pagi ini, alhamdulillah cuaca mendukung, sehingga evakuasi dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-360. Helikopter lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Cootdinator (OSC), Andi Sultan dalam keterangannya, Rabu (21/1).

Jenazah diangkat dari dasar jurang dengan metode hoist melalui teknik air landed pada pukul 07.59 WITA. Kemudian helikopter kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.

"Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan ke tim DVI," jelasnya.

Setelah kedua korban berhasil dievakuasi, kata Andi Sultan selanjutnya proses pencarian dan evakuasi terhadap delapan korban lainnya masih akan dilanjutkan.

"Selanjutnya tim yang berjumlah 37 personil dan telah melakukan evakuasi akan terus melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di daerah Lampeso , SRU 1 dengan kekuatan 50 personel, SRU 2 menyisir di area ditemukannya ekor pesawat sebanyak 28 orang personel, SRU 3 dari posko menuju Puncak dan membawa peralatan vertical dengan kekuatan 75 orang personel, SRU 4 menyisir di area air terjun patahan 4 dan 5 di mana di temukan bagian mesin pesawat dengan 40 orang personil," pungkasnya.

Sementara itu jenazah korban kedua yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari puncak Gunung Bulusaraung diketahui berjenis kelamin perempuan. Jenazah ini ditemukan pada hari Senin (19/1) kemarin. Evakuasi korban ke rumah sakit berjalan sepanjang Selasa malam hingga Rabu dini hari.

"Kami segera melaksanakan pemeriksaan. Tadi, dan saat ini juga. Kami sudah bisa melihat langsung dan pastikan bahwa kegiatan akan dimulai saat ini," kata Karo Dokpol Mabes Polri, Brigjen dr Nyoman Eddy Purnama, Selasa (20/1).

Tim asistensi Polri turut dilibatkan dalam proses identifikasi para korban kecelakaan pesawat untuk membantu DVI Polda Sulsel.

"Semua tahapan ini kami laksanakan dengan sungguh-sungguh. Kami menggerakkan satu tim dengan kekuatan yang ada. Terdiri dari dua dokter, tiga dokter forensik, kemudian ada dokter radiologi, serta staf-staf lain yang akan membantu di lokasi," ungkapnya.

Nyoman menerangkan bahwa dalam proses identifikasi jenazah korban kedua kecelakaan pesawat tersebut dengan menggunakan standar DVI internasional.

"Dalam proses ini, kami akan mengumpulkan dan mendokumentasikan seluruh data, termasuk ciri-ciri fisik maupun tanda-tanda khusus korban," jelasnya.

Sementara itu, kata Nyoman untuk data antemortem, yaitu data sebelum kejadian atau data yang dilaporkan oleh keluarga, tim DVI Polda Sulsel sudah dikumpulkan sebelumnya.

"Seluruh data tersebut akan kami kumpulkan dan kami lakukan proses yang disebut rekonsiliasi, yaitu mencocokkan data antemortem dan postmortem. Apabila sudah cocok, barulah kami berani memastikan identitas korban," terangnya.

Nyoman menegaskan bahwa tim DVI akan bekerja secara maksimal dengan prioritaskan ketepatan dari hasil pemeriksaan korban.

"Perlu saya sampaikan bahwa kecepatan bukanlah prioritas utama. Yang kami jadikan prioritas adalah ketepatan. Kami tidak boleh salah dalam mengembalikan

(mir/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK