Pramono Jawab Kritik soal Penanganan Banjir Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjawab kritik terkait penanganan banjir Jakarta yang dinilai tidak maksimal karena terkesan hanya mengandalkan modifikasi cuaca.
Kritik salah satunya disampaikan oleh Walhi Jakarta yang menyatakan banjir Jakarta bukan hanya karena curah hujan, namun akibat kebobrokan tata ruang. Walhi juga mengkritik penanganan banjir yang mengandalkan modifikasi cuaca.
Pramono menjelaskan modifikasi cuaca merupakan langkah jangka pendek karena cuaca merupakan pemberian atau given.
"Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan given, bukan kita yang membuat. Cuaca ekstrem ini kan apa alam yang memberikan sehingga dengan demikian kami yang tangani itu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1).
Pramono pun membantah penanganan banjir mengulang cara gubernur-gubernur lama. Ia menyinggung rencana normalisasi sungai yang akan dilakukannya.
"Termasuk untuk normalisasi Ciliwung, normalisasi Krukut, normalisasi Kali Cakung Lama itu belum pernah dilakukan dan ini memerlukan biaya yang cukup tinggi," ujarnya.
Pramono mengakui kebijakannya itu tak populer karena harus memindahkan masyarakat. Kebijakan itu, menurutnya akan memicu penolakan dari masyarakat.
"Saya akan lakukan dan ini pasti nggak populer karena apa? Harus memindahkan masyarakat, harus menyiapkan rumah susun dan sebagainya dan pasti nanti di lapangan mau tidak mau suka tidak suka pasti ada singgungannya. Sehingga dengan demikian nggak apa-apa dikritik kami tetap akan menangani itu," katanya.
Hujan deras yang terjadi beberapa waktu belakangan membuat ratusan RT dan belasan ruas jalan terendam banjir hingga Jumat siang.
(yoa/gil)