Hide Ads

Hutama Karya Resmi Mulai Perbaiki 8 Titik Pascabencana di Aceh Tengah

Kementerian PU | CNN Indonesia
Senin, 26 Jan 2026 13:52 WIB
Perbaikan akan dilakukan di 8 jembatan dan 30 titik longsor pada ruas jalan di kawasan yang terdampak bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumur.
(Foto: arsip Hutama Karya)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memulai pekerjaan penanganan permanen di delapan lokasi kerusakan pada ruas jalan Takengon-Kutacane, Aceh, menyusul peresmian yang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada Rabu (21/1).

Penanganan permanen akan dilakukan di 8 jembatan dan 30 titik longsor pada ruas jalan di kawasan terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara sebagai bagian dari percepatan pemulihan konektivitas antarwilayah. Pekerjaan di 8 titik awal ini ditargetkan selesai pada 8 sampai 9 bulan ke depan.

Langkah strategis tersebut mencakup penanganan infrastruktur permanen di Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Enam titik prioritas meliputi Jembatan Mengkudu, Longsoran Ketambe, Kafetinggir, serta tiga lokasi longsoran lainnya. Penanganan permanen menjadi upaya penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung distribusi logistik di wilayah terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa Hutama Karya melaksanakan pekerjaan pada titik bagian Mengkudu dan Ketambe. Adapun proyek perbaikan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan dan kelancaran akses masyarakat di Aceh Tenggara.

"Groundbreaking ini menjadi langkah nyata Hutama Karya untuk mempercepat penanganan titik rawan bencana khususnya yang dikerjakan oleh Hutama Karya pada bagian Mengkudu dan Ketambe, agar fungsi jalan dan jembatan dapat kembali optimal serta lebih aman bagi masyarakat. Kami akan memulai pekerjaan secara bertahap dengan fokus pada metode perkuatan yang tepat, terutama pada area yang berisiko tinggi akibat gerusan sungai," ujar Mardiansyah.

Di Aceh, terdapat 8 jembatan yang ditangani permanen per Januari 2026, yaitu Jembatan Krueng Meureudu, Jembatan Krueng Tingkeum, Jembatan Teupin Mane, Jembatan Ulee Langa, Jembatan Krueng Beutong, Jembatan Pelang, Jembatan Mengkudu I, dan Jembatan Pante Dona.

Sementara, 30 titik longsoran lainnya tersebar di ruas jalan Bireuen-Bts kota Bireuen/ ener Meriah, Bts. Bener Meriah/Aceh Tengah-Kota Takengon, Sp. Uning (Bts kota Takengon)-Uwaq (Km 370), Bts Aceh Tengah/Gayo Lues-Blangkejereng-Bts Gayo Lues/Aceh Tenggara, Bts Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kutacane, Genting Gerbang-Nagan Raya, dan Pameu-Genting Gerbang.

Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada pemasangan platform drilling untuk pekerjaan struktur. Penanganan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama jalan yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat struktur tebing dan lereng agar tidak semakin tergerus oleh arus sungai, mengingat kedua lokasi berada pada area tikungan sungai yang rawan terhadap gerusan arus air.

Keberadaan ruas ini dinilai sangat strategis karena merupakan jalan nasional yang menghubungkan Ketambe dengan Kutacane, sekaligus menjadi jalur utama bagi aktivitas ekonomi dan logistik dari provinsi lain. Dengan dimulainya pekerjaan ini, risiko kerusakan yang lebih luas seperti jalan terputus maupun meluasnya longsoran dapat ditekan melalui tindakan penanganan yang terukur dan terencana.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, Hutama Karya turut menerapkan pengaturan lalu lintas untuk menjaga kelancaran pengguna jalan. Di titik Mengkudu, pengalihan akses telah disiapkan melalui jembatan bailey.

Sementara di titik Ketambe, akan digunakan skema buka-tutup lalu lintas pada waktu tertentu, khususnya saat proses pengeboran. Seluruh pekerjaan dilakukan pada jalur aktif, sehingga manajemen traffic dan pengamanan di setiap ujung titik penanganan akan diberlakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan.

Dengan penanganan permanen di berbagai titik terdampak bencana, diharapkan konektivitas wilayah Aceh semakin kuat, akses masyarakat menuju layanan publik jadi lebih aman, serta aktivitas ekonomi dan logistik dapat berjalan lebih lancar pascapenanganan.

"Melalui BUMN Peduli, Hutama Karya memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan, kualitas, dan ketepatan waktu. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan dapat selesai sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat," pungkas Mardiansyah.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]