Tim SAR Evakuasi 4 Kantong Jenazah Longsor Cisarua, Total 29 Body Pack
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali mengevakuasi empat body pack (kantong jenazah) korban meninggal dunia dalam bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/1).
Dengan penambahan tersebut, total 29 body pack yang telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak berwenang.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan empat body pack yang ditemukan hari ini telah diserahkan sesuai prosedur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah korban yang kita evakuasi hari ini ada empat body pack dan itu sudah kita serah terimakan. Sehingga total dari pertama kali kita melaksanakan operasi korban yang kita serahkan dalam bentuk body pack totalnya ada 29 body pack," ujar Syafii di lokasi longsor, Senin.
Operasi SAR tersebut melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur. Untuk dukungan udara, dikerahkan tiga helikopter yang berasal dari TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Laut, serta pengoperasian drone untuk pemetaan area terdampak.
Sementara di darat, sebanyak 250 personel dikerahkan dan dibagi ke dalam lima worksite, yakni sektor A1, A2, A3, B1, dan B2.
Syafii menjelaskan kondisi cuaca sempat menjadi kendala karena hujan lebat mengguyur lokasi pada pagi hari. Namun, cuaca berangsur membaik pada siang hari sehingga operasi dapat kembali dimaksimalkan.
Terkait identifikasi korban, Syafii menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangan Basarnas. Proses identifikasi secara hukum sepenuhnya berada di bawah kewenangan Polri melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Yang memiliki kewenangan secara hukum adalah teman-teman dari Polri. Kalau yang saya dengar terakhir, ada 17 yang sudah teridentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga," katanya.
Longsor terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari. Dilaporkan lebih dari 80 orang berada dalam pencarian. Selain itu, tercatat 34 kepala keluarga atau rumah yang terdampak langsung longsoran. Dari laporan awal, sebanyak 113 orang dinyatakan terdampak, dengan 23 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Dalam upaya mempercepat pencarian, alat berat telah dikerahkan sejak beberapa hari terakhir. Namun, keterbatasan akses jalan membuat hanya alat berat berukuran kecil hingga sedang yang dapat digunakan. Saat ini, terdapat sembilan alat berat yang beroperasi di lokasi longsor.
Metode pencarian dilakukan melalui pemetaan udara menggunakan drone dan helikopter, asesmen lapangan, serta penyisiran manual dan mekanis. Tim SAR melakukan penyisiran dari sisi kiri dan kanan area terdampak, termasuk sepanjang aliran sungai, dengan dukungan perlengkapan perorangan, alat semprot air, anjing pelacak (K9), serta alat berat. Apabila ditemukan titik yang diduga kuat terdapat korban, pencarian akan difokuskan di lokasi tersebut.
Syafii juga menjelaskan penggunaan istilah body pack dalam laporan evakuasi. Istilah tersebut digunakan karena kondisi korban yang ditemukan bervariasi, ada yang utuh dan ada pula yang berupa bagian tubuh.
"Karena itu kita tidak ingin berspekulasi. Apapun temuan yang didapat oleh tim SAR gabungan akan kita serahkan kepada DVI untuk diidentifikasi," ujarnya.
Ia menambahkan, Basarnas tidak lagi memperbarui data jumlah orang hilang karena fokus operasi ditujukan pada area rumah warga yang tertimbun. Selain kawasan permukiman, area longsoran juga mencakup kawasan perhutani dan perkebunan yang memungkinkan adanya saung atau bangunan kecil.
Luas area operasi diperkirakan mencapai lebih dari 26 hektare dengan kedalaman longsoran di beberapa titik melebihi lima meter.
Dari hasil pemetaan, diketahui terdapat dua mahkota longsor. Panjang salah satu mahkota dengan lidah longsoran diperkirakan mencapai sekitar 200 meter, dengan lebar terluas sekitar 140 meter, meskipun sebarannya dapat melebar ke berbagai arah.
Operasi SAR akan dievaluasi pada hari ketujuh pelaksanaan. Sementara itu, Pemerintah Daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari.
Pelaksanaan operasi SAR mengacu pada kebijakan tersebut dengan kendali misi berada di bawah Kepala Kantor SAR Bandung, serta terintegrasi dengan BNPB dalam penanganan hingga tahap rehabilitasi.
Syafii menegaskan, posko operasi berjalan selama 24 jam, meski aktivitas personel di lapangan disesuaikan dengan kondisi keselamatan dan jarak pandang. Hingga saat ini, fokus penemuan korban masih berada di sektor A1, A2, dan A3, meskipun sebelumnya juga terdapat temuan di sektor B.
(csr/isn)[Gambas:Video CNN]