Prabowo Instruksikan Kemenhan-TNI Lakukan Efisiensi Anggaran
Presiden RI Prabowo Subianto meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI untuk melakukan efisiensi anggaran.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan perintah itu disampaikan Prabowo saat memanggil sejumlah menteri, Panglima TNI, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN di Hambalang, Jawa Barat pada Minggu (25/1).
Sjafrie turut dalam pertemuan itu.
"Beliau minta supaya dilakukan oleh TNI dan Kemhan adalah efisiensi, kemudian akuntabilitas di dalam mengelola anggaran yang diberikan negara ke TNI dengan memperhatikan penegakan hukum bagi mereka-mereka yang melakukan penyimpangan dan penyelewengan terhadap penggunaan anggaran," kata Sjafrie di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (26/1).
Sjafrie mengatakan anggaran Rp187 triliun Kemenhan-TNI di 2026 tidak akan digunakan untuk membeli alat utama sistem senjata (alutsista).
"Saya kira cukup dari alutsista yang kita miliki yang akan digunakan oleh TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara," katanya.
Dalam pertemuan itu, Sjafire juga melaporkan situasi nasional yang aman dan terkendali saat Prabowo melawat ke luar negeri.
"Kemudian juga saya melaporkan mengenai tugas yang dibebankan kepada TNI untuk melaksanakan Satgas Kuala, memperdalam sedimentasi muara sampai hulu dari Sungai Tamiang, dan ini berjalan sejak tanggal 14 Januari," katanya.
Sjafrie juga melaporkan tentang tugas-tugas dinamis yang dilaksanakan oleh TNI AD dengan satgas jembatan di daerah bencana sumatra.
"Saya melaporkan bahwa operasi yang dilaksanakan di Papua ini meningkat keberhasilannya," ucapnya.