Polisi Fitnah Tukang Es Gabus Dibina Khusus Polres Jakpus
Polres Metro Jakarta Pusat bakal memberikan pembinaan khusus kepada jajaran Bhabinkamtibmas menyusul tudingan terhadap tukang es bernama Sudrajat yang menjual es kue atau es gabus berbahan spons.
"Pasti (ada sesi pembinaan khusus) dan harus selalu (karena) perkembangan dinamika situasi kamtibmas dan pemeliharaannya," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung kepada wartawan, Rabu (28/1).
Disampaikan Reynold, salah satu hal yang ditekankan kepada anggota adalah soal koordinasi dengan pihak atau instansi yang berkompeten. Hal ini dimaksudkan agar anggota bisa memberikan informasi yang tepat dan benar kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di mana sesungguhnya niat Bhabinkamtibmas dan Babinsa itu untuk menjaga masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan kesehatan. Bahkan terkesan over protective untuk masyarakat," ujarnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pihaknya juga telah memeriksa pihak dari pabrik es gabus yang berlokasi di wilayah Depok.
Dari pemeriksaan tersebut, kata Roby, pihaknya tidak menemukan hal mencurigakan. Ia menyebut komposisi dan cara pembuatan es gabus juga terlihat selayaknya proses produksi sebuah makanan.
"Namun ya terkait kandungan makanannya, tentu saja tadi kita tidak bisa menyimpulkan karena saya menunggu hasil," ucap dia.
"Penanganan perkaranya sampai saat ini adalah kita hanya tinggal menunggu hasil dari Dinas Kesehatan dan Labfor Polri mengenai kandungan atau zat-zat yang terdapat dalam makanan yang disebut es gabus," lanjutnya.
Sebelumnya, sebuah video viral yang menunjukkan dua pria berseragam TNI dan Polri yang mengamankan dan menuding seorang pedagang es kue atau es gabus berbahan spons atau busa.
"Penjual es kue jadul, yang dulu pernah kita makan. Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi, tapi bahan spons. Ini bisa kita lihat bahan spons dibakar dia meleleh," kata pria berpakaian polisi dalam video yang beredar.
Terkait hal tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan penyelidikan dan melakukan uji sampel es kue yang dijual.
Berdasarkan pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, dinyatakan seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.
Sementara itu, Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Serda Heri Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan juga telah menyampaikan permintaan maaf.
Ikhwan mengatakan tindakan yang dilakukannya itu merupakan merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir ada peredaran makanan berbahaya di lingkungannya. Kata dia, sebagai petugas di lapangan, dirinya harus merespon setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.
Ikhwan mengaku dirinya semata-mata hanya ingin memberikan edukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman.
"Namun demikian, kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat," tutur dia.
[Gambas:Video CNN]


