Destinasi Wisata Alam di Jatim Diperketat Imbas Cuaca Ekstrem

CNN Indonesia
Sabtu, 31 Jan 2026 01:00 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini tengah meningkatkan kesiagaan di berbagai objek wisata alam untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)
Surabaya, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini tengah meningkatkan kesiagaan di berbagai objek wisata alam untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Hal itu dilakukan demi menjamin keselamatan pengunjung sekaligus menjaga stabilitas industri pariwisata di Jatim.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Evy Afianasari mengatakan, beberapa titik yang masuk dalam pengawasan pihaknya adalah Gunung Bromo, Kawah Ijen, Air Terjun Tumpak Sewu hingga lokasi arung jeram.

"Yang perlu diwaspadai pasti wisata-wisata minat khusus, seperti Bromo, Tumpak Sewu, Ijen, dan juga rafting. Itu wisata alam yang saat ini memang perlu kewaspadaan lebih," kata Evy, Jumat (30/1).

Untuk meminimalkan risiko, Pemprov Jatim telah mengintegrasikan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) di sejumlah destinasi, terutama yang bersinggungan dengan aliran sungai dan potensi bencana hidrometeorologi.

"Di beberapa lokasi sudah terkoneksi ke hulu. Sudah ada early warning [system] untuk antisipasi. Kalau untuk mitigasi bencana atau cuaca ekstrem, salah satu langkah strategisnya adalah modifikasi cuaca. Itu sangat berpengaruh," ucapnya.

Terkait status operasional beberapa wisata alam populer, di antaranya Gunung Semeru masjh ditutup total untuk aktivitas wisata. Sedangkan Kawah Ijen tetap dibuka untuk wisatawan, namun fenomena blue fire sedang ditiadakan sementara karena perbaikan infrastruktur.

Penguatan Regulasi: Disbudpar Jatim berencana menerbitkan surat edaran khusus untuk memperkuat tata kelola keamanan di Ijen sebagai destinasi favorit turis asing.

"Khusus Gunung Semeru hingga saat ini belum buka. Untuk Ijen, blue fire saat ini dipadamkan sementara karena sedang ada pemeliharaan pipa. Pipanya memang harus direvitalisasi, ada beberapa yang belum selesai," kata dia.

"Kami akan mengusulkan surat edaran dalam rangka penguatan destinasi wisata Ijen. Apalagi Ijen termasuk destinasi wisata tertinggi dan menjadi favorit wisatawan mancanegara," tambahnya.

Meskipun menghadapi tantangan cuaca, data pariwisata Jawa Timur menunjukkan tren positif yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Timur tercatat sekitar 494 ribu orang, meningkat sekitar 47,6 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara wisatawan nusantara mencapai sekitar 84 juta kunjungan.

Evy meyakini bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari perbaikan fasilitas dan akses transportasi di era Gubernur Khofifah Indar Parawansa, serta kesigapan dalam manajemen bencana.

"Itu menjadi daya jual yang tinggi bagi pariwisata Jawa Timur, terutama soal keamanan dan kesiapan menghadapi bencana," ujarnya.

(fra/frd/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK