Polisi Ungkap Sumber Asap Oranye di Pabrik Cilegon: Reaksi Kimia HNO3

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 07:13 WIB
Asap pekat berwarna oranye yang muncul di PT Vopak Indonesia, Cilegon, Banten, pada 31 Januari lalu, berasal dari reaksi kimia cairan asam nitrat atau nitric acid (HNO3). (Arsip Istimewa)
Cilegon, CNN Indonesia --

Asap pekat berwarna oranye yang muncul di PT Vopak Indonesia, Cilegon, Banten,  31 Januari lalu, berasal dari reaksi kimia cairan asam nitrat atau nitric acid (HNO3).

Cairan tersebut bersifat korosif, beracun, dan dapat menyebabkan luka bakar parah pada kulit. HNO3 atau asam nitrat biasa digunakan untuk pembuatan pupuk nitrogen, bahan peledak, industri pertambangan (pelarut logam/emas), dan passivation baja tahan karat.

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengatakan asap pekat warna oranye yang keluar dari PT Vopak Indonesia bukan sebuah kebocoran.

"Adanya proses reaksi kimia dari cairan asam nitrat (HNO3) atau nitric acid yang dialirkan dengan cara didorong dengan menggunakan gas nitrogen untuk membersihkan pipa ke arah scrubber yang selanjutnya menggunakan selang atau hose, dialirkan dan bercampur dengan base oil atau minyak pelumas," kata Martua dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (1/2).

Martua menyebut petugas yang bisa mengawasi proses kimia tersebut sedang istirahat dan salat. Saat kembali ke pabrik sudah ada gelembung di dalam tangki penyimpanan, kemudian saat dibuka keluar  asap pekat berwarna oranye itu.

"Setelah itu petugas kembali, di mana kempu (tangki penyimpanan) agak sedikit menggembung permukaannya dan selanjutnya dibuka tutupnya, baru keluar gas bercampur asap yang berwarna oranye," ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup (LH) Cilegon telah memasang empat alat pemantau udara di dalam maupun di luar perusahaan. Hasil pemantauan ini akan terlihat pada hari ini.

Sementara itu sebanyak 56 warga lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, datang ke puskesmas dengan keluhan mual, pusing hingga muntah, usai asap oranye pekat keluar dari PT Vopak pada Sabtu 31 Januari pukul 14.00 WIB/

"Ada 56 warga Kalibaru wilayah terdekat (PT Vopak), perbatasan Merak Gerogol berobat ke Puskesmas Pulomerak," ujar Kepala Puskesmas Pulomerak, Novita Ginting saat dikonfirmasi.

Novita belum bisa memastikan apakah puluhan warga itu terdampak asap oranye tersebyt. Namun keluhan mereka sama, yakni sesak nafas, pusing hingga mual.

Dari 56 warga yang diduga terdampak asap oranye dari PT Vopak Indonesia itu, terdiri dari 10 laki-laki, 3 anak, dan 43 perempuan.

"Mereka mengeluh pusing, mual, sesak nafas. Kami tangani sesuai gejala, namun belum bisa dipastikan itu karena asap (dari PT Vopak) atau bukan," ujarnya.

"Untuk saat ini masyarakat dihimbau memakai masker dan berobat ke Puskesmas Pulomerak atau Grogol, jika merasakan gejala-gejala pusing, mual atau sesak nafas," kata Novita menambahkan.

(fra/ynd/fra)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK