KSP Apresiasi Capaian Kementerian PKP, Realisasi Lampaui Target RPJMN

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 07:12 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Muhammad Qodari mengapresiasi capaian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). (Arsip KSP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Muhammad Qodari mengapresiasi capaian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja melampaui target pembangunan perumahan sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Apresiasi itu disampaikan Qodari dalam Forum Peningkatan Integritas Pejabat di Lingkungan Kementerian PKP, Minggu (1/2). Qodari mengatakan program perumahan rakyat bukan sekadar target angka dan proyek fisik, melainkan bagian dari ikhtiar besar pemerintah untuk menghadirkan keadilan sosial.

Qodari menyebut rumah layak dan terjangkau adalah pintu masuk utama agar masyarakat kecil bisa hidup lebih aman, lebih sehat, dan lebih bermartabat-hingga pada akhirnya bisa benar-benar 'tersenyum' merasakan hadirnya negara. Diharapkan rakyat kecil bisa hidup lebih layak, termasuk melalui kepastian hunian yang terjangkau dan berkualitas.

"Kemarin pidatonya di Davos, salah satu kalimat inti dari Pak [Presiden] Prabowo [Subianto], apa beliau ingin apa? Sebagai Presiden yang diberikan amanah oleh para pemimpin Indonesia sebelumnya. Tugas pemimpin adalah membuat yang lemah dan miskin agar tersenyum, iso ngguyu," ujar Qodari dalam keterangan resmi.

"Nah, kalau bicara PKP, sudah pasti kalau kita bicara kehidupan salah satu kebutuhan pokok manusia adalah perumahan tangan sandang, papan pasti Bapak Ibu sekalian di sini tugasnya berat karena targetnya besar," ucapnya menambahkan.

Lebih lanjut, Qodari mengatakan KSP memiliki mandat untuk membantu Presiden dalam pengendalian program prioritas nasional, termasuk memonitor pelaksanaan program perumahan, melakukan verifikasi di lapangan, serta memastikan program tepat sasaran.

"Nah, KSP itu salah satu tugasnya adalah membantu presiden untuk pengendalian program-program prioritas nasional selain monitoring isu-isu strategis. Makanya KSP mengumpulkan data dari teman-teman KL termasuk dari PKP," bebernya.

Berbagai program seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dikatakan Qodari, terus dipantau secara langsung agar program berjalan sesuai target dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Berdasarkan catatan yang disampaikan dalam forum tersebut, Qodari mengungkapkan bahwa target 2025 dalam RPJMN 2025-2029 yang mengacu pada Permen PKP Nomor 14 Tahun 2025 adalah 360.112 unit. Namun, realisasi program perumahan menunjukkan capaian yang jauh lebih tinggi.

"Ini saya dapat catatan ya Bu Valin ya dari KSP ya kita kan kasih berdasarkan dokumen dulu di dokumen RPJMN 2025-2029 Permen PKP nomor 14/2025 target 2025, 360.112 unit," ucapnya.

Qodari memaparkan, data menunjukkan pembangunan baru mencapai 579.403 unit, peningkatan kualitas 169.172 unit, dengan kontribusi dari berbagai skema termasuk APBN PKP, APBN non-PKP, pengembang, swadaya, hingga gotong royong.

Ia menilai capaian total 748.575 unit merupakan hasil kerja kolektif dan terobosan pembiayaan yang tidak hanya bertumpu pada APBN, tetapi juga mengoptimalkan peluang pembiayaan lain.

"Sudah luar biasa pembiayaan untuk rumah ini ya sehingga tercapai angka 748.575. Kalau patokan RPJMN 360.112 ini 748.575. Betul, Pak. berarti dua kali lipat ya, 100% itu lewatnya," ujar Qodari.

(har)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Pemerintah Kebut Bedah Rumah di 2026

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK