Banjir Masih Rendam 9 Kecamatan di Tangerang, 10.426 Jiwa Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat terdapat sembilan kecamatan di daerahnya yang masih terendam banjir sejak awal Januari 2026 hingga Senin (2/2).
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan banjir di sembilan kecamatan itu tersebar di 17 desa dengan total jumlah warga terdampak sebanyak 10.426 jiwa.
"Banjir yang sebelumnya itu melanda 27 kecamatan, saat ini sisa sembilan kecamatan yang masih terdampak," ujar Taufik, Senin.
Taufik merinci di Kecamatan Gunung Kaler, banjir merendam Desa Kandawati, Gunung Kaler, Kedung, dan Onyam dengan ketinggian air berkisar 25 hingga 80 sentimeter. Di wilayah itu, sebanyak 4.960 jiwa dari 1.240 keluarga terdampak.
Sementara di Kecamatan Kresek, banjir setinggi 25 hingga 75 sentimeter merendam Desa Patrasana, Talok, Renged, dan Kemuning, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 532 jiwa dari 133 keluarga.
Banjir juga melanda Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo dengan ketinggian air 20 hingga 60 sentimeter, berdampak pada 1.204 jiwa dari 301 keluarga.
Kemudian, di Kecamatan Kosambi, banjir melanda Desa Salembaran Jaya dan Dadap dengan ketinggian 30 hingga 40 sentimeter. Akibatnya 185 keluarga terdampak.
Selanjutnya, di Kecamatan Mekar Baru banjir setinggi 30 hingga 60 sentimeter itu merendam Desa Jenggot dan Kedaung, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 850 jiwa dari 333 keluarga.
Banjir juga merendam Desa Keramat, Kecamatan Pakuhaji dengan ketinggian air mencapai 35 sentimeter dan berdampak pada 440 jiwa dari 110 keluarga.
Di Kecamatan Rajeg, banjir setinggi 40 sentimeter melanda Desa Tanjakan dengan jumlah warga terdampak 160 jiwa dari 40 keluarga. Sementara di Kecamatan Sindang Jaya, banjir merendam Desa Badak Anom dan berdampak dengan total warga terdampak sebanyak 140 jiwa dari 35 keluarga.
Banjir juga merendam Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga dengan ketinggian 40 hingga 80 sentimeter. Ada pun jumlah warga terdampak di wilayah itu mencapai 2.140 jiwa dari 535 keluarga.
"Dari total jiwa yang terdampak sebanyak 10.426 jiwa, 360 jiwa dari 90 keluarga di antaranya masih mengungsi di tempat pengungsian maupun di rumah saudaranya," tegas Taufik.
(dod/jal)