Ada Rumah Ambruk di Pacitan Imbas Gempa M6,4

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 10:45 WIB
Surabaya, CNN Indonesia --

Ada rumah di Pacitan, Jawa Timur, mengalami rusak berat alias ambruk imbas Gempa bumi magnitudo 6,4 (parameter update dari BMKG jadi berkekuatan M6,2) yang mengguncang wilayah tersebut, Jumat (6/2) dini hari WIB.

Selain di Pacitan, guncangan gempa itu juga menggetarkan sejumlah wilayah lain termasuk hingga DI Yogyakarta yang juga berada di pesisir selatan Pulau Jawa. Kerusakan juga dilaporkan di sejumlah wilayah DI Yogyakarta itu

"Pacitan 1 rumah rusak berat (ambruk)," demikian keterangan tertulis Direktur Gempabumi dan Tsunami Daryono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wonogiri 1 rumah rusak ringan (genteng rontok), Bantul 3 rumah rusak ringan (dinding retak dan plafon ambrol), Sleman 1 rumah rusak ringan (genteng rontok)," sambungnya menerangkan dampak kerusakan gempa yang sama di wilayah Jawa Tengah dan DIY itu.

Pascagempa kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di wilayah tersebut. Beberapa bahkan rekaman videonya beredar di media visual pada Jumat pagi ini.'

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat belasan bangunan di Pacitan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa semalam. Kerusakan itu dialami banguanan rumah tinggal hingga fasilitas usaha warga.

Kabupaten Pacitan sebagai lokasi terdekat dari pusat gempa menjadi wilayah dengan sebaran kerusakan terbanyak yakni di Kecamatan Pacitan, Pringkuku, hingga Arjosari.

"Di Kecamatan Pacitan rumah rusak ringan: 5 unit. Kecamatan Pringkuku rumah rusak ringan 2 unit. Kecamatam Arjosari rumah rusak ringan 1 unit," ucap kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno.

Satriyo menambahkan dampak gempa juga merembet ke wilayah lain di Jatim. Di Kota Blitar, kerusakan tercatat di Kecamatan Kepanjenkidul dengan kategori rumah rusak sedang dan kerusakan pada satu tempat usaha atau kafe. Sementara di Kabupaten Ponorogo, kerusakan rumah warga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Sambit.

Terkait ada atau tidaknya korban jiwa dalam peristiwa ini, pihak BPBD menyatakan bahwa proses validasi data di lapangan masih terus berlangsung.

"Korban dalam proses pendataan," ucapnya.

Saat ini, personelBPBD dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota telah diterjunkan ke lokasi-lokasiterdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian materiil maupun potensi adanya korban.

(frd/kid)