PMI Salurkan Bantuan 50 Ribu Buku Tulis dan 25 Ribu Pena ke NTT

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Feb 2026 22:00 WIB
PMI salurkan 50.000 buku tulis dan 25.000 pulpen ke NTT sebagai respons atas kematian siswa. Bantuan ini mendukung akses pendidikan yang layak bagi anak-anak. (Foto: Arsip Jusuf Kalla)
Jakarta, CNN Indonesia --

Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan pendidikan berupa 50.000 buku tulis dan 25.000 pulpen untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian PMI terhadap kebutuhan dasar siswa, sekaligus merespons keprihatinan atas kasus kematian siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jarebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seluruh bantuan tersebut dibeli langsung di Kupang sebagai upaya untuk percepatan bantuan kepada murid-murid. Saat ini, bantuan telah tiba di Markas PMI Provinsi NTT, untuk selanjutnya direncanakan didistribusikan ke sejumlah sekolah yang membutuhkan di berbagai wilayah.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak, termasuk ketersediaan sarana belajar dasar seperti buku dan alat tulis.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hal sederhana seperti buku dan pulpen sangat berarti bagi masa depan anak-anak. Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar tersebut terpenuhi, sekaligus mendorong kepedulian bersama agar tidak ada lagi anak yang merasa tertinggal atau tertekan karena keterbatasan," ujar Jusuf Kalla.

Ia menambahkan, bantuan ini bukan hanya bentuk respons kemanusiaan, tetapi juga bagian dari komitmen PMI dalam mendukung keberlangsungan pendidikan dan kesehatan mental anak.

PMI Provinsi NTT bersama PMI kabupaten/kota akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk memastikan pendistribusian bantuan berjalan tepat sasaran dan menjangkau siswa yang paling membutuhkan.

Seorang siswa SD ditemukan meninggal dunia, Kamis (29/1) pekan lalu. Tempat kejadian perkara itu berada tak jauh dari pondok tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Dalam penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban.

Dari pemeriksaan kepolisian, diduga sebelum ditemukan tewas, korban sempat meminta uang untuk membeli buku tulis dan pena kepada ibunya. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena ibundanya tidak memiliki uang yang cukup.

Disclaimer kesehatan mental (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

(dmi/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK