Toleransi, Jadwal Puncak Cap Go Meh Samarinda Diubah saat Ramadan

CNN Indonesia
Senin, 16 Feb 2026 14:54 WIB
Demi menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah ramadan, Kelenteng Thien Ie Kong di Samarinda ubah jadwal puncak Cap Go Meh. (ANTARA/Ahmad Rifandi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelenteng Thien Ie Kong di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengubah jadwal atraksi barongsai pada puncak perayaan Cap Go Meh 2026 menjadi siang hari. Keputusan ini diambil sebagai bentuk toleransi terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah malam selama bulan suci Ramadhan.

Pengurus Kelenteng Thien Ie Kong, Hansen, menjelaskan bahwa pengalihan waktu pertunjukan dilakukan karena perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan dimulainya Ramadhan. Bulan puasa diperkirakan dimulai pada 18 Februari 2026.

"Kita sesama umat beragama saling toleransi, sehingga kegiatan diatur agar tidak mengganggu umat yang menjalankan puasa," ujar Hansen di Samarinda, Senin (16/2), dikutip Antara.

Atraksi barongsai yang biasanya digelar pada malam hari di halaman belakang kelenteng, kini akan berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa atau Maghrib.

Saat ini, pihak kelenteng masih berkoordinasi dengan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) untuk menyusun teknis pelaksanaan agar pertunjukan tetap berjalan khidmat.

Hansen menambahkan, persiapan fisik kelenteng tertua di Kalimantan Timur ini, yang berusia 121 tahun, juga dilakukan dilakukan secara maksimal. Bangunan ikonik di Jalan Yos Sudarso tersebut tampak bersolek dengan hio untuk menyambut ribuan umat yang diperkirakan akan berkunjung.

"Persiapan pembersihan dan pengecatan ulang bangunan sebenarnya telah digenjot pengurus sejak 5 Januari 2026 lalu demi kenyamanan pengunjung," kata Hansen.

Proses pembersihan patung 11 dewa-dewi serta penggantian baju kebesarannya telah selesai pada 25 Januari 2026. Dekorasi di dalam ruangan turut dipercantik dengan Pohon Sakura imitasi dan pemasangan sekitar 200 lampion atau tenglong yang tertata rapi.

Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 menandai dimulainya Shio Kuda Api, simbol gerak dinamis dan pembaruan zaman.

Ornamen khusus bertema shio kuda ini sudah dipasang di aula utama kelenteng sebagai lambang harapan bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Pengelola kelenteng memprediksi kunjungan umat akan melonjak hingga mencapai 6.000 orang selama perayaan berlangsung. Pengunjung diperkirakan tidak hanya dari Samarinda, tetapi juga dari Balikpapan dan daerah sekitarnya.

Jadwal persembahyangan utama dimulai pada 16 Februari pukul 20.00 hingga 24.00 WITA, dilanjutkan pada 17 Februari mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai.

Terbuka untuk umum, Hansen mengundang masyarakat berkunjung, menikmati suasana budaya, dan berswafoto guna memeriahkan perayaan ini.

(rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK