1.500 Huntara di Sahraja Aceh Timur Ditargetkan Rampung Lebaran
Hunian sementara (huntara) yang ditargetkan sebanyak 1.500 unit mulai dibangun di Desa Sahraja Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Timur pascabencana banjir bandang pada akhir November 2025. Rencananya huntara ini akan selesai pada Idul Fitri.
Desa Sahraja di Aceh Timur merupakan salah satu desa yang paling terdampak bencana banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Pante Bidari Muhammad Irwan mengungkapkan tak ada kendala dalam pembangunan huntara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendalanya sejauh ini belum ada. Sudah mulai pembangunan," ucap Irwan pada Minggu (23/2) dikutip dari Antara.
Dalam pantauan Antara, sejumlah petak tanah telah diratakan dan dipersiapkan untuk pembangunan unit-unit huntara.
Irwan juga menjelaskan bahwa sejumlah akses jalan menuju Desa Sahraja yang sebelumnya tertutup lumpur, kini sudah terbuka dan bisa dilalui kendaraan.
Pembersihan lumpur telah menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan oleh TNI sejak awal bencana banjir melanda kawasan tersebut.
"Sekarang kan sudah masuk tingkat pemulihan, seperti pembangunan huntara," kata Irwan.
Seorang warga Desa Sahraja Rudi Jasa menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh relawan, pemerintah, dan pihak-pihak terkait.
Ia pun mengakui pembangunan huntara di Desa Sahraja tergolong lebih lambat apabila dibandingkan dengan desa-desa lainnya, sebab akses yang sulit dari pinggir jalan.
"Alhamdulillah huntara sudah mulai (dibangun). Tempat kami lambat karena jauh dari perkotaan. Kalau hujan, kendala untuk bawa materialnya ke lokasi, makanya tempat kami paling lambat," ucap Rudi.
Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, Rudi menyampaikan warga yang semula menempati Dusun Sarah Gala akan direlokasi ke tempat yang lebih tinggi.
"Karena kalau di sini (Dusun Sarah Gala) rawan banjir," ucap Rudi.
(rhr)