Dalih Pembinaan Junior, Bripda DP Tewas Dianiaya di Barak Polda Sulsel

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 10:16 WIB
Bripda P menganiaya Bripda DP (19) hingga tewas didasari dalih pembinaan terhadap anggota Bintara baru.
Bripda P menganiaya Bripda DP (19) hingga tewas didasari dalih pembinaan terhadap anggota Bintara baru. Istockphoto/aradaphotography
Makassar, CNN Indonesia --

Penyidik Polda Sulawesi Selatan mengungkap motif Bripda P menganiaya Bripda DP (19) di barak Samapta hingga korban meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Tindak kekerasan yang dilakukan tersangka, Bripda P terhadap juniornya, Bripda DP didasari proses pembinaan kepada Bintara baru.

"Hasil pemeriksaan sampai dengan sekarang karena alasan pembinaan senior-junior," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, Selasa (24/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Didik belum dapat menerangkan lebih jauh kronologi kasus penganiayaan terhadap Bripda DP hingga tewas saat menjalani perawatan medis.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menuturkan laporan awal sebelumnya menyatakan bahwa dugaan penyebab kematian Bripda DP (19) akibat membenturkan kepalanya sendiri.

"Laporan awal yang kami terima yang bersangkutan meninggal, membentur-benturkan kepala. Itu pertama kami mendengar laporan," kata Djuhandhani di Polres Pinrang, Senin (23/2).

Korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh sejumlah rekannya, setelah mengalami tindakan kekerasan dari seniornya di barak Samapta Polda Sulsel. Namun, nyawa korban tidak dapat tertolong.

"(Korban dibawa ke rumah sakit) masih dalam keadaan sadar," jelasnya.

Penyidik gabungan Propam dan Ditreskrimum belakangan menetapkan satu senior korban, Bripda P sebagai tersangka terkait dugaan penganiayaan, Bripda DP di area barak Samapta.

"Kita juga masih melakukan pemeriksaan terhadap 5 anggota ini, ada teman satu angkatan korban, dia tidak melaporkan dan berusaha mengaburkan," ungkapnya.

(mir/gil)


[Gambas:Video CNN]