Petugas Damkar Depok Khairul Umam Diteror Buntut Konten soal Helm

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 12:55 WIB
Ilustrasi. Pemadam kebakaran (damkar) dapat teror. (CNNIndonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok Khairul Umam menjadi sasaran aksi teror setelah membuat konten video yang membahas soal penggunaan helm.

Konten video tersebut diunggah Umam di akun Instagramnya @xkhairulumam. Dalam video itu, Umam menyebut helm memiliki fungsi untuk melindungi kepala, bukan menghancurkan kepala.

"Gue masih ngasih tahu lu, ini namanya helm, gunanya itu buat ngelindungin kepala, bukan buat ngancurin kepala warga," kata Umam dalam video itu.

Umam yang juga berprofesi sebagai Komika ini mengatakan konten video itu ia buat semata-mata untuk mengenalkan fungsi alat pelindung diri (APD), dalam hal ini adalah helm.

"Ya maksudnya kan emang ya emang sudah pada faktanya fungsi helm itu gunanya buat ngelindungin kepala gitu. Ya kayak gitu aja," ujarnya saat dihubungi, Kamis (26/2).

Umam mengaku tak menyangka konten itu akan viral. Ia pun menegaskan tak bermaksud menyinggung pihak manapun lewat konten tersebut.

"Ya balik lagi kalau masalah ketersinggungan kan saya enggak bisa komen apa-apa ya. Dan sepemahaman saya, teman-teman saya pun di Damkar gitu, pada pakai helm gitu, maksudnya. Dan ya memang ya enggak mungkin lah, maksudnya kalau ranah saya sampai keluar dari instansi saya, ya saya siapa sih, kan begitu maksudnya saya mikirnya," tutur Umam.

Namun, selang satu atau dua hari setelah konten itu diunggah, Umam justru menerima teror yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp. Umam pun turut mengunggah pesan teror yang diterimanya itu di akun Instagramnya.

Dalam unggahannya, salah satu pesan teror yang diterima berisi soal alamat rumah Umam dan dia diminta untuk melindungi kepalanya.

Lalu, dalam pesan lainnya yang dikirim akun bernama 'Raja Kopi', Umam diminta terus memakai helm untuk melindungi kepalanya.

Umam menuturkan mulanya ia merespon pesan dari nomor tak dikenal itu secara baik. Sebab, ia berpikir bahwa pesan itu dikirim oleh orang yang mengenal dirinya.

"Saya respon dengan baik, dengan baik sampai akhirnya dia bilang masalah selamat gitu dan segala macamnya tuh, semoga selamat gitu-gitu, ya saya balikin doa baik lagi kan," ucap dia.

"Tapi dia balasnya ternyata kayak gitu dan akhirnya saya diemin. Ketika udah dapat chat-nya udah mulai arah-arah ancaman rada halus nih, saya diemin. Saya hapus chatnya. Eh dia WhatsApp lagi sampai dia bilang 'tunggu ya saya ada kejutan buat kamu', gitu-gitu," sambungnya.

Umam mengatakan cukup merasa was-was akibat pesan teror yang diterimanya. Kendati demikian, ia juga mengaku tak mau ambil pusing.

"Ya saya pribadi ya, nggak bisa gimana-gimana. Ya kalau dibilang was-was sih ya sebenarnya was-was mah ada, gitu. Tapi ya karena saya merasa, ya sudahlah, maksud saya masa iya orang kayak saya sampai diurusin segitunya gitu," ujarnya.

Umam menyebut saat ini dirinya sudah tak menerima pesan teror lagi melalui WhatsApp. Kata Umam, dirinya juga belum berencana melapor ke polisi terkait pesan teror tersebut.

Umam berujar langkah hukum baru akan diambil jika ke depannya pesan teror yang ia terima dirasa semakin membahayakan dirinya maupun keluarganya.

"Untuk saat ini sih enggak ada ya, alhamdulillah masih kondusif lah. Dan beberapa juga ada yang nyuruh buat bikin laporan, bikin laporan, LP-LP gitu, ya saya pikir ah ini mah ntar juga hilang, maksud saya gitu kan," pungkasnya.

(dis/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK