Hujan Angin Terjadi di Sejumlah Kota Pulau Jawa, Ada Korban Tewas
Bali
Hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Bali terutama di Badung dan Denpasar pada Kamis dini hari tadi, sekitar pukul 00.14 Wita. Balai Besar Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mencatat kecepatan angin mencapai 37 knot atau 65 km/jam.
"Maksimal angin yang tercatat 37 knot di jam 00.14 Wita. 37 knot kurang lebih 65 km/jam," kata Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Ni Putu Lia Cahyani dikutip dari detikBali.
Ia mengatakan kecepatan angin di Bali normalnya sekitar 5-20 km/jam. Lia menuturkan potensi angin kencang masih bisa terjadi mengingat Bali pada tanggal 2-8 Maret 2026 dalam periode cuaca ekstrem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat hujan deras disertai angin kencang, sejumlah pohon tumbang di beberapa titik dan ada juga bangunan yang rusak.
Di Denpasar, hujan deras disertai angin kencang tersebut mengakibatkan tiga pohon besar tumbang. Masing-masing terjadi di Jalan Pantai Padang Galak, Jalan Tukad Jinah, dan Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar.
Lombok
Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada pukul 02.00 Wita, Kamis (5/3) atau menjelang waktu makan sahur. Akibatnya, lampu di wilayah tersebut harus dipadamkan.
Salah satu warga Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Baiq Mayada (46) mengaku ketakutan melihat cuaca seperti itu. Ia menyebut kala itu ia lagi masak untuk persiapan santap sahur dengan keluarganya.
Mengutip dari detikBali, Mayada menuturkan, kondisi cuaca ekstrem telah beberapa kali terjadi dalam dua pekan terakhir. Ia menyebut, intensitas hujan meningkat sejak banjir yang terjadi sekitar sembilan hari lalu.
Modifikasi cuaca
Pemerintah mulai Rabu kemarin menayatakan telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah untuk mengatasi cuaca ekstrem di sejumlah daerah termasuk di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali dengan sejumlah daerah masih dipantau kondisinya.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Jakarta kemarin menyebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNPB dan sejumlah pemerintah daerah terkait pelaksanaan operasi modifikasi cuaca menghadapi potensi cuaca ekstrem termasuk peningkatan potensi hujan.
"Dengan BNPB dan juga dengan pemerintah provinsi bahwa mulai hari ini dalam rangka mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem tadi, BMKG dan BNPB akan memulai operasi modifikasi cuaca yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah dan di Bali. Ini mulai hari ini," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
"Kemudian untuk DKI Jakarta juga akan terus dipantau kondisinya, jika diperlukan juga BPBD di DKI Jakarta juga akan membiayai pelaksanaan operasi modifikasi cuaca," tambahnya.
Terkait cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya menyebut itu terjadi karena kemunculan bibit siklon 90S dan 93S di selatan Jawa dan sekitar Samudera Hindia.
Dampak dari bibit siklon itu adalah peningkatan curah hujan, termasuk yang terjadi di sebagian wilayah Jawa, Bali sampai dengan Nusa Tenggara. Dia menyebut OMC dilakukan berbasis situasi di wilayah tertentu untuk menekan curah hujan 20 hingga 40 persen.
"Harapannya nanti lahannya sendiri itu bisa lebih siap atau dampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi dapat ditekan," tuturnya.
Terkait hal itu, dia meminta kepada semua pihak terkait untuk terus menjaga kondisi drainase, terus melakukan normalisasi sungai dan menjaga sempadan.
"Kalau kita prediksi mungkin sampai dengan beberapa hari ke depan masih terjadi akan kita lakukan," ujar dia.
(kid/ugo)[Gambas:Video CNN]