4 Bulan Usai Banjir Sumatra, Masih Ada Siswa yang Belajar di Tenda

CNN Indonesia
Minggu, 08 Mar 2026 15:50 WIB
Ketua Satgas Tito Karnavian mengungkapkan masih ada siswa di Sumatra yang belajar di tenda akibat banjir yang terjadi November 2025.
Siswa di Sumatra masih belajar di tenda darurat usai banjir November 2025. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian mengakui masih ada siswa sekolah di daerah terdampak banjir dan longsor di Sumatra pada November 2025 lalu yang belajar di tenda.

Ia mengatakan mereka yang masih belajar di tenda darurat itu lantaran sekolahnya mengalami rusak berat imbas bencana banjir dan longsor di akhir 2025 lalu.

"Yang rusak berat ada yang masih belajar di tenda. Dari BNPB dan Kemendikdasmen juga ada tenda yang dilengkapi peralatan lainnya," ujar Tito di Kab. Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3) mengutip keterangannya, Sabtu (8/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tito menjelaskan data sementara menunjukkan sekitar 3.700 satuan pendidikan terdampak bencana dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Ia menyampaikan secara umum proses belajar mengajar di wilayah terdampak bencana hampir seluruhnya kembali berjalan meskipun belum sepenuhnya ideal.

"Tapi yang utama pendidikan harus berjalan. Maka yang rusak ringan dan sedang diperbaiki sambil kegiatan sekolah tetap berlangsung," kata Tito.

Tito pun berjanji ribuan fasilitas pendidikan itu akan segera diperbaiki. Ia menjelaskan pemerintah telah mengklasifikasikan tingkat kerusakan sekolah mulai dari rusak ringan, sedang, berat hingga bangunan yang hilang sama sekali. Tito menyampaikan perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas.

"Yang mana rusak ringan, sedang, dan berat itu diklasifikasi. Nanti diperbaiki secara bertahap dengan skala prioritas," ujarnya.

Ia menjelaskan sekolah umum seperti PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sedangkan pendataan madrasah dan pondok pesantren dilakukan oleh Kemenag.

"Memang cukup banyak yang terdampak, baik PAUD, TK, SD, SMP, SMA. Ini sedang dikoordinasikan dan kita kumpulkan datanya dari pemerintah daerah," katanya.

(mnf/dal)


[Gambas:Video CNN]